Demonstran Kosovo tolak normalisasi hubungan dengan Serbia
Selasa, 23 Oktober 2012 - 16:42 WIB
Demonstran Kosovo tolak normalisasi hubungan dengan Serbia
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 20 orang menderita luka-luka akibat bentrok antara demostran dengan Polisi di sekitar kantor Perdana Menteri Kosovo, Hashim Thaci, di Ibu Kota Pristina. Senin (22/10/2012).
Para demonstran memprotes tindakan Pemerintah Kosovo yang berniat meningkatkan hubungan dengan Serbia, salah satu bekas provisi Kosovo.
Aksi demostrasi yang diorganisir oleh Patai Self-Determination, kelompok yang menentang Pemerintah Kosovo menggelar pembicaraan dengan pemerintah Serbia.
Para demonstran meneriakan kata "malu!" dan "Tolak tawar menawar dengan Serbia". Aksi demonstrasi menjadi ricuh saat para demostran mencoba mendorong polisi yang menjaga kantor PM Kosovo.
"Serbia adalah negara yang tidak normal dan kami menolak normalisasi hubungan," ungkap Albin Kurt, pemipin Partai Self-Determination seperti dilansir BBC.co.uk, Selasa (23/10/2012)
Beberapa dari pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu. Polisi terpaksa menembakan gas air mata dan melapaskan semprotan merica ke arah kerumunan demonstran.
Sementara itu, PM Thaci mengutuk aksi yang dilakukan oleh para pengunjuk rasa. Dia mengatakan, para demonstran telah menentang kemajuan di Kosovo.
"Mereka mengikuti sebuah agenda sebagai lawan yang menentang kemerdekaan Kosovo," ungkap Thaci.
Aksi protes ini diselenggarakan semingu pasca Thaci melakukan pembicaraan dengan PM Serbia, Ivica Dacic di Brussel, Belgia. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan antar pemipin dua negara yang pertama kali digelar sejak Serbia memerdekakan diri dari Kosovo, 2008 lalu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, pihak yang menengahi pertemuan tersebut, mengatakan petemuan digelar untuk menormalisasi hubungan Kosovo dan Serbia.
Para demonstran memprotes tindakan Pemerintah Kosovo yang berniat meningkatkan hubungan dengan Serbia, salah satu bekas provisi Kosovo.
Aksi demostrasi yang diorganisir oleh Patai Self-Determination, kelompok yang menentang Pemerintah Kosovo menggelar pembicaraan dengan pemerintah Serbia.
Para demonstran meneriakan kata "malu!" dan "Tolak tawar menawar dengan Serbia". Aksi demonstrasi menjadi ricuh saat para demostran mencoba mendorong polisi yang menjaga kantor PM Kosovo.
"Serbia adalah negara yang tidak normal dan kami menolak normalisasi hubungan," ungkap Albin Kurt, pemipin Partai Self-Determination seperti dilansir BBC.co.uk, Selasa (23/10/2012)
Beberapa dari pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu. Polisi terpaksa menembakan gas air mata dan melapaskan semprotan merica ke arah kerumunan demonstran.
Sementara itu, PM Thaci mengutuk aksi yang dilakukan oleh para pengunjuk rasa. Dia mengatakan, para demonstran telah menentang kemajuan di Kosovo.
"Mereka mengikuti sebuah agenda sebagai lawan yang menentang kemerdekaan Kosovo," ungkap Thaci.
Aksi protes ini diselenggarakan semingu pasca Thaci melakukan pembicaraan dengan PM Serbia, Ivica Dacic di Brussel, Belgia. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan antar pemipin dua negara yang pertama kali digelar sejak Serbia memerdekakan diri dari Kosovo, 2008 lalu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, pihak yang menengahi pertemuan tersebut, mengatakan petemuan digelar untuk menormalisasi hubungan Kosovo dan Serbia.
(esn)