Manajer pabrik robek foto Sihanouk, 1000 pekerja marah
Senin, 22 Oktober 2012 - 22:33 WIB
Manajer pabrik robek foto Sihanouk, 1000 pekerja marah
A
A
A
Sindonews.com – Seorang Manajer Pabrik wanita berdarah China, Wang Zia Cha , hampir saja menjadi sasaran amarah karyawannya sendiri. Seperti dikutip dari The Telegraph, Senin (22/10/2012), Manajer salah satu perusahaan internasional yang berbasis di Phnom Penh, Kamboja itu, merobek-robek foto mantan Raja Kamboja yang baru saja wafat, Norodom Sihanouk.
Peristiwa bermula saat Cha mendapati karyawannya berhenti bekerja dan tengah memandangi 2 buah foto Sihanouk. Cha pun langsung marah. "Ketika ia melihat gambar itu, dia langsung merebutnya. Karena tak bisa merobek foto dengan tangannya, ia pun mengambil gunting dan memotong-motong foto itu,” papar salah satu karyawan pabrik, Sroy Phalla.
Sekitar 1000 karyawan pabrik itu langsung marah melihat tindakan Cha. Polisi pun lantas dipanggil untuk mencegah kerusuhan. Cha langsung diborgol dan membawanya ke kuil terdekat untuk menghormati Sihanouk. Di kuil itu, Cha menyalakan dupa dan berlutut.
"Para pekerja sangat marah padanya. Jika kami tidak datang tepat pada waktu, situasi bisa berubah menjadi serius," kata Kepala Polisi Phnom Penh, Chuon Sovann. Cha tetap akan berada dalam tahanan, selagi otoritas Kamboja menyelidiki apakah dia melanggar hukum atau tidak
Tidak seperti negara tetangganya, Thailand, Pemerintah Kamboja tidak memiliki undang-undang spesifik terhadap sikap yang dianggap menghina monarki.
Peristiwa bermula saat Cha mendapati karyawannya berhenti bekerja dan tengah memandangi 2 buah foto Sihanouk. Cha pun langsung marah. "Ketika ia melihat gambar itu, dia langsung merebutnya. Karena tak bisa merobek foto dengan tangannya, ia pun mengambil gunting dan memotong-motong foto itu,” papar salah satu karyawan pabrik, Sroy Phalla.
Sekitar 1000 karyawan pabrik itu langsung marah melihat tindakan Cha. Polisi pun lantas dipanggil untuk mencegah kerusuhan. Cha langsung diborgol dan membawanya ke kuil terdekat untuk menghormati Sihanouk. Di kuil itu, Cha menyalakan dupa dan berlutut.
"Para pekerja sangat marah padanya. Jika kami tidak datang tepat pada waktu, situasi bisa berubah menjadi serius," kata Kepala Polisi Phnom Penh, Chuon Sovann. Cha tetap akan berada dalam tahanan, selagi otoritas Kamboja menyelidiki apakah dia melanggar hukum atau tidak
Tidak seperti negara tetangganya, Thailand, Pemerintah Kamboja tidak memiliki undang-undang spesifik terhadap sikap yang dianggap menghina monarki.
(esn)