Korsel & Korut batal saling serang
Senin, 22 Oktober 2012 - 13:08 WIB
Korsel & Korut batal saling serang
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Korea Selatan (Korsel) memblokir rencana pengiriman selebaran oleh sekelompok pembelot Korea Utara (Korut) yang saat ini tinggal di Korsel. Langkah tersebut datang pasca Korut mengancam akan segera melacarkan serangan militer jika para pembelot Korut menerbangkan selebaran yang berisi propaganda anti Korut
Pagi ini sejumlah polisi Korsel menutup kota Paju, 60 km Utara Seoul, lokasi penerbangan balon udara yang berisi selebaran-selebaran propaganda anti Korut. Polisi Korsel mengatakan, kami akan terus menutup wilayah ini sampai mereka menyerah untuk melancarkan aksi mereka.
"Langkah ini ditempuh atas pertimbangan keamanan. Para aktivis yang berniat meluncurkan balon-balon tersebut dilarang memasuki taman,"jelas pihak kepolisian Korsel seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin, (22/10/2012).
Seperti diketahui, akhir pekan lalu militer Korut Korean People’s Army (KPA) mengancam, "Jika kami melihat adanya gerakan di daerah perbatasan, serangan tanpa ampun akan dilancarkan,” ungkap bunyi pernyataan KPA.
Dalam pernyataanya KPA juga menghimbau, warga Korut yang tinggal di sekitar daerah di mana para aktivis berencana untuk meluncurkan balon, harus segera mengungsi untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan. “Daerah sekitar lokasi peluncuran balon akan menjadi sasaran penembakan langsung dari KPA,” lanjut pernyataan itu.
Menanggapi ancaman tersebut, Presiden Korsel, Lee Myung-bak yang tengah mengunjungi pulau Yeonpyeong tidak tinggal diam. Lee kemudian menginstruksikan militer Korsel untuk melakukan serangan balasan dan bertekat untuk berjuang mempertahankan daerah perbatasan sampai mati.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Korsel, Kim Kwan-jin mengatakan Korsel siap melancarkan serangan balasan jika Korut melepaskan tembakan ke wilayah Korsel. “Kalau itu terjadi (serangan dari Korut), akan ada respon ke sumber serangan,” tegas Kwan-jin.
Pagi ini sejumlah polisi Korsel menutup kota Paju, 60 km Utara Seoul, lokasi penerbangan balon udara yang berisi selebaran-selebaran propaganda anti Korut. Polisi Korsel mengatakan, kami akan terus menutup wilayah ini sampai mereka menyerah untuk melancarkan aksi mereka.
"Langkah ini ditempuh atas pertimbangan keamanan. Para aktivis yang berniat meluncurkan balon-balon tersebut dilarang memasuki taman,"jelas pihak kepolisian Korsel seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin, (22/10/2012).
Seperti diketahui, akhir pekan lalu militer Korut Korean People’s Army (KPA) mengancam, "Jika kami melihat adanya gerakan di daerah perbatasan, serangan tanpa ampun akan dilancarkan,” ungkap bunyi pernyataan KPA.
Dalam pernyataanya KPA juga menghimbau, warga Korut yang tinggal di sekitar daerah di mana para aktivis berencana untuk meluncurkan balon, harus segera mengungsi untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan. “Daerah sekitar lokasi peluncuran balon akan menjadi sasaran penembakan langsung dari KPA,” lanjut pernyataan itu.
Menanggapi ancaman tersebut, Presiden Korsel, Lee Myung-bak yang tengah mengunjungi pulau Yeonpyeong tidak tinggal diam. Lee kemudian menginstruksikan militer Korsel untuk melakukan serangan balasan dan bertekat untuk berjuang mempertahankan daerah perbatasan sampai mati.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Korsel, Kim Kwan-jin mengatakan Korsel siap melancarkan serangan balasan jika Korut melepaskan tembakan ke wilayah Korsel. “Kalau itu terjadi (serangan dari Korut), akan ada respon ke sumber serangan,” tegas Kwan-jin.
(aww)