Punya hubungan dengan Yakuza, Menteri Jepang dituntut mundur
Minggu, 21 Oktober 2012 - 19:23 WIB
Punya hubungan dengan Yakuza, Menteri Jepang dituntut mundur
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Kehakiman Jepang, Keishu Tanaka dituntut untuk mengundurkan diri. Tuntutan ini muncul setelah terkuaknya hubungan Tanaka dengan kelompok mafia Jepang, Yakuza. Tanaka yang baru tiga pekan menjabat sebagai Menteri Kehakiman, sudah mengakui hal ini. Namun, ia menyatakan hal itu terjadi 30 tahun silam.
“Peridtiwa itu terjadi 30 tahun yang lalu dan merupakan cerita lama. Saya meminta maaf atas hal ini, tapi saya bersikeras tidak akan mengundurkan diri,” ujar Tanaka seperti dikutip dari ABC News, Minggu (21/10/2012).
Meski Tanaka mengaku hubungan itu terjadi puluhan tahun silam, namun beberapa anggota Yakuza mengaku pada media massa di Amerika Serikat, kalau hingga dua tahun lalu, Tanaka masih memiliki hubungan dengan Yakuza. Tanaka dituding memposisikan diri sebagai penghubung bagi para anggota senior Yakuza.
Di tengah tekanan ini, Tanaka dilaporkan harus dirawat di rumah sakit, karena merasa tidak sehat. Politisi berusia 74 tahun itu melewatkan rapat kabinet pada Sabtu (20/10/2012) pagi.
“Ia dirawat di rumah sakit untuk tes kesehatan, setelah merasa tidak sehat. Kemungkinan, ia baru akan keluar dari rumah sakit pada awal pekan depan” kata Kepala Sekretaris Kabinet, Osamu Fujimura, Sabtu (20/10/2012) malam.
Media massa di Jepang bereaksi keras atas hal ini. Mereka meminta Tanaka secepatnya mengundurkan diri.
“Peridtiwa itu terjadi 30 tahun yang lalu dan merupakan cerita lama. Saya meminta maaf atas hal ini, tapi saya bersikeras tidak akan mengundurkan diri,” ujar Tanaka seperti dikutip dari ABC News, Minggu (21/10/2012).
Meski Tanaka mengaku hubungan itu terjadi puluhan tahun silam, namun beberapa anggota Yakuza mengaku pada media massa di Amerika Serikat, kalau hingga dua tahun lalu, Tanaka masih memiliki hubungan dengan Yakuza. Tanaka dituding memposisikan diri sebagai penghubung bagi para anggota senior Yakuza.
Di tengah tekanan ini, Tanaka dilaporkan harus dirawat di rumah sakit, karena merasa tidak sehat. Politisi berusia 74 tahun itu melewatkan rapat kabinet pada Sabtu (20/10/2012) pagi.
“Ia dirawat di rumah sakit untuk tes kesehatan, setelah merasa tidak sehat. Kemungkinan, ia baru akan keluar dari rumah sakit pada awal pekan depan” kata Kepala Sekretaris Kabinet, Osamu Fujimura, Sabtu (20/10/2012) malam.
Media massa di Jepang bereaksi keras atas hal ini. Mereka meminta Tanaka secepatnya mengundurkan diri.
(esn)