Jumlah korban tewas akibat Meningitis di AS bertambah
Minggu, 21 Oktober 2012 - 18:43 WIB
Jumlah korban tewas akibat Meningitis di AS bertambah
A
A
A
Sindonews.com – Wabah meningitis di Amerika Serikat (AS) terus meminta korban jiwa. Hingga kini, sudah 23 orang dinyatakan meninggal akibat wabah ini. Seperti dikutip dari CNBC, Minggu (21/20/2012), korban meninggal dunia terakhir ditemukan di North Carolina.
“Jumlah korban meninggal menjadi 23 orang. North Carolina menyatakan korban pertama di daerah itu telah meninggal dunia,” ujar seorang pejabat kesehatan AS. Dari jumlah 23 tewas, angka kematian terbesar ada di Tennessee, yakni 8 orang.
Selain 23 tewas, wabah ini juga sudah menjangkiti 281 orang lainnya. “Indiana dan New Hampshire, masing-masing melaporkan dua kasus terbaru. Sementara Virginia, Tennessee, dan New Jersey masing-masing melaporkan tiga kasus baru,” kata pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.
Menurut CDC, diduga penyebab munculnya wabah radang selaput otak ini adalah steroid cair yang diproduksi oleh New England Compounding Center Inc. Parahnya, steroid ini sudah disuntikan ke 14 ribu orang selama kurun Juli-September 2012. CDC khawatir, korban akibat wabah ini akan bertambah banyak.
Saat ini, New England Compounding Center Inc. tengah menghadapi gugatan perdana di Massachusetts. Negara bagian ini juga tengah berupaya membekukan aset pribadi para eksekutif New England Compounding Center Inc. Sementara Florida yang 3 warganya meninggal akibat meningitis, telah melarang New England Compounding Center Inc melakukan bisnis di negara bagian itu.
“Jumlah korban meninggal menjadi 23 orang. North Carolina menyatakan korban pertama di daerah itu telah meninggal dunia,” ujar seorang pejabat kesehatan AS. Dari jumlah 23 tewas, angka kematian terbesar ada di Tennessee, yakni 8 orang.
Selain 23 tewas, wabah ini juga sudah menjangkiti 281 orang lainnya. “Indiana dan New Hampshire, masing-masing melaporkan dua kasus terbaru. Sementara Virginia, Tennessee, dan New Jersey masing-masing melaporkan tiga kasus baru,” kata pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.
Menurut CDC, diduga penyebab munculnya wabah radang selaput otak ini adalah steroid cair yang diproduksi oleh New England Compounding Center Inc. Parahnya, steroid ini sudah disuntikan ke 14 ribu orang selama kurun Juli-September 2012. CDC khawatir, korban akibat wabah ini akan bertambah banyak.
Saat ini, New England Compounding Center Inc. tengah menghadapi gugatan perdana di Massachusetts. Negara bagian ini juga tengah berupaya membekukan aset pribadi para eksekutif New England Compounding Center Inc. Sementara Florida yang 3 warganya meninggal akibat meningitis, telah melarang New England Compounding Center Inc melakukan bisnis di negara bagian itu.
(esn)