Diperketat, aturan bagi militer AS di Jepang

Jum'at, 19 Oktober 2012 - 16:25 WIB
Diperketat, aturan bagi...
Diperketat, aturan bagi militer AS di Jepang
A A A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) akan memperketat aturan bagi anggota militer mereka di Jepang. Hal ini dilakukan menyusul terjadinya tindakan perkosaan yang dilakukan dua anggota Angkatan Laut (AL) AS pada seorang wanita Jepang di Okinawa, beberapa hari lalu.

Seperti dikutip dari CNN.com, Jumat (19/10/2012), sumber-sumber militer AS mengatakan, para pimpinan militer AS melihat kemungkinan untuk mengeluarkan aturan yang lebih ketat tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan seorang prajurit ketika mereka meninggalkan pangkalan selama masa bebas tugas.

AL AS baru saja mengakui, kalau aturan yang mereka tetapkan bagi para pelaut yang sedang bebas tugas, ternyata kurang tegas. Pembatasan baru ini akan berlaku tidak hanya untuk AL, tetapi juga untuk semua anggota militer AS di Jepang.

Sebuah pernyataan dari Juru Bicara Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, juga mendukung hal ini. “Langkah-langkah yang diterbitkan akan menjamin perilaku yang bertanggung jawab dan untuk menunjukkan komitmen kami menjaga hubungan yang positif dengan masyarakat lokal yang menjadi tuan rumah pasukan kami," sebut pernyataan itu.

Letnan Theresa Donnelly, seorang petugas urusan publik untuk Komando Pasifik AS, mengatakan kepada CNN, bahwa rincian tentang apa saja langkah-langkah yang diambil, akan segera diumumkan.

Kasus perkosaan yang terjadi awal pekan ini dilakukan oleh dua anggota AL AS, Christopher Daniel Browning dan Skyler Dozierwalker. Keduanya sama-sama berusia 23 tahun. Insiden ini telah mendorong kelompok wanita di Okinawa untuk menyerukan pembatasan lebih lanjut tentang apa yang boleh dilakukan personel militer AS selama masa bebas tugas.

Masalah kejahatan dengan kekerasan, khususnya perkosaan yang dilakukan oleh pasukan AS di Jepang telah menjadi isu yang memecah belah kedua negara selama beberapa dekade. Puncaknya terjadi pada 1995, ketika seorang pelaut AS dan dua marinir AS didakwa memperkosa seorang gadis 12 tahun. Puluhan ribu warga Okinawa turun ke jalan dan menuntut AS meninggalkan pulau utama di Selatan Jepang itu.
(esn)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
21 menit yang lalu
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
1 jam yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
2 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
2 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
3 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved