Terlibat pornografi anak, 21 orang ditangkap di Kanada
Kamis, 18 Oktober 2012 - 22:52 WIB
Terlibat pornografi anak, 21 orang ditangkap di Kanada
A
A
A
Sindonews.com - Royal Canadian Mounted Police (RCMP) telah menangkap 21 orang yang diduga terkait dengan tindak kejahatan pornografi anak. Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Kamis (18/20/2012), RCMP juga telah menyita 100 komputer dan 1.000 keping dvd dalam sebuah operasi penggerebekan.
Satu korban, remaja pria berusia 14 tahun, berhasil diselamatkan dalam operasi itu. Remaja pria itu ditemukan di kota Saskatoon. Polisi menyatakan, si remaja pria itu telah mengalami pelecehan seksual selama lima tahun terakhir.
Operasi ini digelar setelah RCMP melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan. “Dari 21 orang yang ditangkap, 16 di antaranya telah didakwa dengan berbagai tindak kejahatan, termasuk kekerasan seksual, pembuatan, dan distribusi pornografi anak. Sebagian lagi masih menunggu dakwaan,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan RCMP.
Sersan Darren Parisien, yang memimpin operasi, mengatakan, bahwa sebagian besar dari gambar itu berisi tayangan anak-anak di bawah usia 12, termasuk gambar bayi dan balita. "Kami mencoba untuk mengidentifikasi dan menemukan identitas anak dalam setiap gambar dan video yang kami dapat," kata Parisien.
Menurutnya, video dan foto yang didapat, menggambarkan kalau tindakan kejahatan ini dilakukan di dalam negeri. "Sebagian besar gambar yang kita lihat berasal dari lokal Kanada,” lanjutnya.
Satu korban, remaja pria berusia 14 tahun, berhasil diselamatkan dalam operasi itu. Remaja pria itu ditemukan di kota Saskatoon. Polisi menyatakan, si remaja pria itu telah mengalami pelecehan seksual selama lima tahun terakhir.
Operasi ini digelar setelah RCMP melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan. “Dari 21 orang yang ditangkap, 16 di antaranya telah didakwa dengan berbagai tindak kejahatan, termasuk kekerasan seksual, pembuatan, dan distribusi pornografi anak. Sebagian lagi masih menunggu dakwaan,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan RCMP.
Sersan Darren Parisien, yang memimpin operasi, mengatakan, bahwa sebagian besar dari gambar itu berisi tayangan anak-anak di bawah usia 12, termasuk gambar bayi dan balita. "Kami mencoba untuk mengidentifikasi dan menemukan identitas anak dalam setiap gambar dan video yang kami dapat," kata Parisien.
Menurutnya, video dan foto yang didapat, menggambarkan kalau tindakan kejahatan ini dilakukan di dalam negeri. "Sebagian besar gambar yang kita lihat berasal dari lokal Kanada,” lanjutnya.
(esn)