28 ribu orang hilang akibat krisis di Suriah

Kamis, 18 Oktober 2012 - 22:00 WIB
28 ribu orang hilang...
28 ribu orang hilang akibat krisis di Suriah
A A A
Sindonews.com – Sejak terjadinya pertikaian antara Pemerintah Suriah dengan kaum pemberontak, sekitar 28 ribu orang dilaporkan hilang. Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Kamis (18/10/2012), laporan ini dikeluarkan oleh Avaaz, sebuah kelompok hak asasi manusia.

Menurut laporan Avaaz, orang-orang ini diculik oleh kedua belah pihak, pasukan pemerintah atau kaum pemberontak. Avaaz mengaku memiliki nama-nama orang yang hilang itu. “Tak ada yang aman akibat konflik ini,” sebut laporan itu.

Avaaz mendapat banyak kesaksian dari warga Suriah, yang menyatakan suami, putra, dan putri mereka telah diculik oleh pasukan pro pemerintah. Salah satunya adalah Fayzeh al Masri, seorang Ibu yang kehilangan putranya, Ahmad Ghassan Ibrahim (26). Masri tinggal di pinggiran Homs, sebuah kota di Suriah.

Masri menuturkan, putranya itu hilang pada Februari lalu. “Ibrahim sempat menelepon kami dan ia mengatakan kalau ini adalah percakapan terakhirnya dengan keluarga. Ia juga mengatakan untuk tidak menghubungi nomor telepon yang digunakannya itu. Namun kemudian, kami mengetahui kalau nomor telepon yang digunakan Ibrahim adalah nomor telepon pos militer di Homs,” tutur Masri, seperti tertera dalam laporan Avaaz.

Pihak keluarga sudah berulangkali mencoba mencari jawaban dari pihak keamanan, namun selalu gagal. Sampai suatu hari, seseorang menelepon keluarga Ibrahim dan mengabarkan kalau Ibrahim telah ditembak di Rastan.

Seorang Pengacara HAM, Muhammad Khalil, mengatakan, penculikan bisa terjadi pada siapa saja. "Apakah itu seorang wanita yang hendak membeli bahan makanan atau petani yang sedang pergi untuk membeli bahan bakar. Semua bisa jadi korban, tidak ada yang aman," kata Khalil.

Menurutnya, cara ini sengaja digunakan sebagai strategi untuk meneror keluarga dan masyarakat di Suriah. "Kepanikan akan muncul karena mereka tidak mengetahui apakah suami atau anak mereka masih hidup. Ketakutan diciptakan sedemikian rupa, sehingga bisa membungkam perbedaan pendapat," katanya.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
32 menit yang lalu
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
1 jam yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
1 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
2 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
2 jam yang lalu
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
3 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved