11 tewas akibat tanah longsor di Peru
Kamis, 18 Oktober 2012 - 20:51 WIB
11 tewas akibat tanah longsor di Peru
A
A
A
Sindonews.com – Setidaknya 11 orang dilaporkan tewas dan 10 lainnya hilang akibat bencana tanah longsor yang terjadi di desa El Porvenir, Peru. Seperti dikutip dari BBC.co.uk, Kamis (18/10/2012), desa yang terletak di tengah hutan itu tersapu oleh lumpur dan batu.
“Lima orang anak termasuk di antara korban yang tewas. Selain itu, ada satu keluarga yang belum ditemukan,” kata Walikota Provinsi San Martin, Ronald Garcia. Menurutnya, ada sekitar 80 keluarga yang menetap di daerah itu. Sebagian besar dari mereka adalah petani kopi.
“Mungkin saja, di antara orang-orang yang hilang itu adalah mereka yang melarikan diri ke atas bukit saat bencana terjadi. Mereka lari ke perbukitan untuk menyelamatkan nyawa,” lanjut Garcia.
Desa yang terletak di provinsi San Martin itu, dalam beberapa pekan terakhir memang diguyur hujan lebat. Diduga, hujan lebat inilah yang menyebabkan terjadinya pergeseran tanah. Akibat bencana longsor ini, sekitar 12 rumah hancur berantakan.
“Desa itu terletak di kawasan hutan. Ada sungai yang mengalir di sisi desa dan rumah-rumah dibangun di pinggir sungai. Banjir dan longsor menyapu orang-orang yang tinggal di sana,” jelas Kepala National Civil Defence Institute (Indeci), Alfredo Murgueytio.
“Lima orang anak termasuk di antara korban yang tewas. Selain itu, ada satu keluarga yang belum ditemukan,” kata Walikota Provinsi San Martin, Ronald Garcia. Menurutnya, ada sekitar 80 keluarga yang menetap di daerah itu. Sebagian besar dari mereka adalah petani kopi.
“Mungkin saja, di antara orang-orang yang hilang itu adalah mereka yang melarikan diri ke atas bukit saat bencana terjadi. Mereka lari ke perbukitan untuk menyelamatkan nyawa,” lanjut Garcia.
Desa yang terletak di provinsi San Martin itu, dalam beberapa pekan terakhir memang diguyur hujan lebat. Diduga, hujan lebat inilah yang menyebabkan terjadinya pergeseran tanah. Akibat bencana longsor ini, sekitar 12 rumah hancur berantakan.
“Desa itu terletak di kawasan hutan. Ada sungai yang mengalir di sisi desa dan rumah-rumah dibangun di pinggir sungai. Banjir dan longsor menyapu orang-orang yang tinggal di sana,” jelas Kepala National Civil Defence Institute (Indeci), Alfredo Murgueytio.
(esn)