RS Queen Elizabeth yakini kesembuhan Yousafzai
Selasa, 16 Oktober 2012 - 13:20 WIB
RS Queen Elizabeth yakini kesembuhan Yousafzai
A
A
A
Sindonews.com - Direktur medis Rumah Sakit Queen Elizabeth, Dr David Rosser berharap aktivis putri Pakistan, Malala Yousafzai (14) bisa segera pulih.
Seperti dilansir dalam BBC.co.uk, Selasa (16/10/2012)Rosser mengatakan sejumlah koleganya di Inggris yang pernah berada di Pakistan yakin Yousafzai punya kesempatan untuk pulih dengan baik.
"Terang saja tidak dapat diterima jika membawa ia kemari tanpa ada sebuah harapan untuk pulih,"ungkap Rosser beberapa saat sebelum Malala tiba di Birmingham, Senin (15/10).
Roser menjalaskan, setibanya di Rumah Sakit Queen Elizabeth, selama 24 jam mendatang para ahli akan memindai bekas luka operasi paska pengangkatan peluru yang bersarang di kepala Yousafzai.
Rosser mengatakan tim ahli yang berada di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham adalah yang terbaik yang mampu menangani kondisi Yousafzai yang tak jauh berbeda dengan kondisi tentara Inggris yang terluka dalam perang. Mereka telah berpengalaman selama 10 tahun merawat luka-luka yang diderita tentara Inggris usai berperang.
Rosser menambahkan, setelah kondisi kesehatan Yousafzai membaik, dia membutuhkan bantuan neurologis untuk mengganti bagian tengoraknya yang ditembak oleh militan Taliban.
Yousafzai diterbangkan dari Pakistan dengan ambulance udara United Arab Emirates, selama dalam perjalanan ia didampingi oleh satu tim medis.
Sebelumnya, sejumlah Pejabat Pakistan awalnya menolak memindahkan Yousafzai, karena menilai tim medis di Pakistan mampu menangani Yousafzai dengan baik. Tapi, tim dokter di Pakistan akahirnya merekomendasikan agar Yousafzai dipindahkan di Inggris yang memiliki kemampuan untuk merawat anak dimana dia bisa mendapatkan sebuah perawatan terpadu bagi anak-anak yang mengalami cedera parah.
Yousafzai ditembak dalam perjalanan pulang dari sekolahnya di Mingora, kawasan utama di kota itu. Seorang juru bicara Taliban Pakistan, Ehsanullah Ehsan, mengaku bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan itu. Yousafzai yang sempat menyuarakan keprihatinannya soal pendidikan bagi kaum perempuan di masa Taliban berkuasa, ditembak pada Selasa (9/10/2012).
Penembakan Yousafzai ini memicu kecaman dari seluruh penjuru dunia. Tak hanya para aktivis hak asasi manusia, para pemimpin negara juga banyak yang mengecam tindakan ini. Saat ini, pihak berwenang Pakistan sudah menahan 4 orang yang diduga terkait dengan aksi penembakan itu. Taliban sendiri, hingga kini dikabarkan masih mengincar Yousafzai.
Seperti dilansir dalam BBC.co.uk, Selasa (16/10/2012)Rosser mengatakan sejumlah koleganya di Inggris yang pernah berada di Pakistan yakin Yousafzai punya kesempatan untuk pulih dengan baik.
"Terang saja tidak dapat diterima jika membawa ia kemari tanpa ada sebuah harapan untuk pulih,"ungkap Rosser beberapa saat sebelum Malala tiba di Birmingham, Senin (15/10).
Roser menjalaskan, setibanya di Rumah Sakit Queen Elizabeth, selama 24 jam mendatang para ahli akan memindai bekas luka operasi paska pengangkatan peluru yang bersarang di kepala Yousafzai.
Rosser mengatakan tim ahli yang berada di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham adalah yang terbaik yang mampu menangani kondisi Yousafzai yang tak jauh berbeda dengan kondisi tentara Inggris yang terluka dalam perang. Mereka telah berpengalaman selama 10 tahun merawat luka-luka yang diderita tentara Inggris usai berperang.
Rosser menambahkan, setelah kondisi kesehatan Yousafzai membaik, dia membutuhkan bantuan neurologis untuk mengganti bagian tengoraknya yang ditembak oleh militan Taliban.
Yousafzai diterbangkan dari Pakistan dengan ambulance udara United Arab Emirates, selama dalam perjalanan ia didampingi oleh satu tim medis.
Sebelumnya, sejumlah Pejabat Pakistan awalnya menolak memindahkan Yousafzai, karena menilai tim medis di Pakistan mampu menangani Yousafzai dengan baik. Tapi, tim dokter di Pakistan akahirnya merekomendasikan agar Yousafzai dipindahkan di Inggris yang memiliki kemampuan untuk merawat anak dimana dia bisa mendapatkan sebuah perawatan terpadu bagi anak-anak yang mengalami cedera parah.
Yousafzai ditembak dalam perjalanan pulang dari sekolahnya di Mingora, kawasan utama di kota itu. Seorang juru bicara Taliban Pakistan, Ehsanullah Ehsan, mengaku bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan itu. Yousafzai yang sempat menyuarakan keprihatinannya soal pendidikan bagi kaum perempuan di masa Taliban berkuasa, ditembak pada Selasa (9/10/2012).
Penembakan Yousafzai ini memicu kecaman dari seluruh penjuru dunia. Tak hanya para aktivis hak asasi manusia, para pemimpin negara juga banyak yang mengecam tindakan ini. Saat ini, pihak berwenang Pakistan sudah menahan 4 orang yang diduga terkait dengan aksi penembakan itu. Taliban sendiri, hingga kini dikabarkan masih mengincar Yousafzai.
(aww)