Berseragam polisi, sekelompok pria membunuh di masjid
Senin, 15 Oktober 2012 - 11:42 WIB
Berseragam polisi, sekelompok pria membunuh di masjid
A
A
A
Sindonews.com - Sekolompok pria bersenjata yang mengenakan seragam polisi menyerang sebuah masjid di Gogon Dawa, Kaduna, Nigeria utara. 21 orang dilaporkan tewas dalam aksi penyerangan yang terjadi Minggu (14/10/2012) pagi waktu setempat.
Seperti dilansir dari beberapa sumber, Badan Manjemen Darurat Nasional Nigeria, Musa Illela membenarkan penyerangan tersebut. "21 orang dilapokan tewas dalam serangan tersebut. Beberapa dari mereka yang terluka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat." ungkap Illela seperti diberitakan AFP, Senin (15/10/2012).
Militer Nigeria dan penduduk lokal mengatakan serangan tersebut dilalukan oleh perampok yang bertindak main hakim sendiri. Kabarnya pekan lalu kelompok bersenjata tersebut telah diusir oleh militia Nigeria, namun Minggu pagi mereka kembali dan menyerang para jamaah yang sedang berdoa.
Juru bicara militer Kolonel Usman Sani mengatakan serangan Minggu pagi jelas merupakan kasus perampokan bersenjata, serangan ini merupakan serangan balas dendam karena adanya persaingan antara pencuri dan warga.
“Sejumlah pria bersenjata memulai penyerangan dengan melepaskan tembakan dengan rumah rumah, dan menembak siapa saja yang mereka temui tanpa pandang bulu. Beberapa dari korban tewas setelah ditikam oleh para penyerang." ungkap polisi setempat seperti dilansir, Xinhua, Minggu (14/10/2012).
Menurut pengakuan penduduk Desa Dogon Dawa, serangan tersebut telah direncanakan sebelumnya. Para penyerang sebelumnya telah memberikan peringatan kepada penduduk akan serangan tersebut, setelah tempat persembunyian mereka terkuak dalam sebuah operasi keamanan.
Penduduk lain mengatakan, sejumlah masyarakat Desa Dogon Dawa telah melarikan diri sejak Minggu pagi. Sementara, penduduk desa Dauda Maikudi mengatakan bahwa para pencuri acap kali Desa Dogon Dawa, yang letaknya terpencil dimana para pedagang sering kali melintas dengan membawa barang dan uang tunai.
Seperti dilansir dari beberapa sumber, Badan Manjemen Darurat Nasional Nigeria, Musa Illela membenarkan penyerangan tersebut. "21 orang dilapokan tewas dalam serangan tersebut. Beberapa dari mereka yang terluka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat." ungkap Illela seperti diberitakan AFP, Senin (15/10/2012).
Militer Nigeria dan penduduk lokal mengatakan serangan tersebut dilalukan oleh perampok yang bertindak main hakim sendiri. Kabarnya pekan lalu kelompok bersenjata tersebut telah diusir oleh militia Nigeria, namun Minggu pagi mereka kembali dan menyerang para jamaah yang sedang berdoa.
Juru bicara militer Kolonel Usman Sani mengatakan serangan Minggu pagi jelas merupakan kasus perampokan bersenjata, serangan ini merupakan serangan balas dendam karena adanya persaingan antara pencuri dan warga.
“Sejumlah pria bersenjata memulai penyerangan dengan melepaskan tembakan dengan rumah rumah, dan menembak siapa saja yang mereka temui tanpa pandang bulu. Beberapa dari korban tewas setelah ditikam oleh para penyerang." ungkap polisi setempat seperti dilansir, Xinhua, Minggu (14/10/2012).
Menurut pengakuan penduduk Desa Dogon Dawa, serangan tersebut telah direncanakan sebelumnya. Para penyerang sebelumnya telah memberikan peringatan kepada penduduk akan serangan tersebut, setelah tempat persembunyian mereka terkuak dalam sebuah operasi keamanan.
Penduduk lain mengatakan, sejumlah masyarakat Desa Dogon Dawa telah melarikan diri sejak Minggu pagi. Sementara, penduduk desa Dauda Maikudi mengatakan bahwa para pencuri acap kali Desa Dogon Dawa, yang letaknya terpencil dimana para pedagang sering kali melintas dengan membawa barang dan uang tunai.
(aww)