Tembak mati demonstran, 9 tentara Guatemala ditahan
Minggu, 14 Oktober 2012 - 14:55 WIB
Tembak mati demonstran, 9 tentara Guatemala ditahan
A
A
A
Sindonews.com – Satu orang Perwira Tinggi dan 8 anggota tentara Guatemala ditahan akibat terlibat aksi penembakan yang menewaskan 6 orang demonstran di Guatemala. Seperti dikutip CNN.com, Sabu (13/10/2012), aksi demonstrasi yang berujung bentrok dengan aparat keamanan itu terjadi di Barat Daya Guatemala, Jumat (5/10/2012).
Para demonstran itu menutup jalan raya Cuatro Caminos. Demonstran yang berasal dari 48 komunitas masyarakat lokal itu memprotes tingginya biaya hidup dan tariff listrik. Semula, Presiden Guatemala, Otto Perez Molina membantah adanya keterlibatan militer dalam insiden ini. Molina mengatakan, orang tak dikenal telah menembak para demonstran dari bagian belakang sebuah truk dengan plat mobil sipil.
Meski sang Presiden membantah adanya keterlibatan militer, namun fakta di lapangan berbicara lain. “Para penyidik telah menemukan lebih dari 100 peluru di tempat kejadian. Peluru ini berasal dari jenis amunisi yang digunakan secara eksklusif oleh militer,” kata Jaksa Penuntut, Claudia Paz.
Menurutnya, militer telah melepaskan tembakan dan menewaskan 6 demonstran yang telah memblokir sebuah jalan raya selama protes atas kenaikan tarif listrik di Totonicapan. Kolonel Juan Chiroy Sal dan 8 tentara didakwa dengan pembunuhan di luar hukum.
“Chiroy meninggalkan pasukannya tanpa perintah lebih lanjut," kata Paz. Kolonel Chiroy dan 8 anak buahnya akan dihadapkan ke Pengadilan Militer. Saat ini, para tersangka sudah berada di balik jeruji besi.
Para demonstran itu menutup jalan raya Cuatro Caminos. Demonstran yang berasal dari 48 komunitas masyarakat lokal itu memprotes tingginya biaya hidup dan tariff listrik. Semula, Presiden Guatemala, Otto Perez Molina membantah adanya keterlibatan militer dalam insiden ini. Molina mengatakan, orang tak dikenal telah menembak para demonstran dari bagian belakang sebuah truk dengan plat mobil sipil.
Meski sang Presiden membantah adanya keterlibatan militer, namun fakta di lapangan berbicara lain. “Para penyidik telah menemukan lebih dari 100 peluru di tempat kejadian. Peluru ini berasal dari jenis amunisi yang digunakan secara eksklusif oleh militer,” kata Jaksa Penuntut, Claudia Paz.
Menurutnya, militer telah melepaskan tembakan dan menewaskan 6 demonstran yang telah memblokir sebuah jalan raya selama protes atas kenaikan tarif listrik di Totonicapan. Kolonel Juan Chiroy Sal dan 8 tentara didakwa dengan pembunuhan di luar hukum.
“Chiroy meninggalkan pasukannya tanpa perintah lebih lanjut," kata Paz. Kolonel Chiroy dan 8 anak buahnya akan dihadapkan ke Pengadilan Militer. Saat ini, para tersangka sudah berada di balik jeruji besi.
(esn)