Protes pemerintah China, Dorjee bakar diri
Minggu, 14 Oktober 2012 - 11:15 WIB
Protes pemerintah China, Dorjee bakar diri
A
A
A
Sindonews.com – Seorang kakek di Tibet, Tamdin Dorjee (52), nekat membakar dirinya hingga tewas, Sabtu (13/10/2012). Aksi nekat ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah China yang dianggap menekan hak-hak warga Tibet.
Dorjee adalah kakek dari keturunan ke-7 Gungthang Rinpoche, sosok yang diyakini oleh umat Budha di Tibet sebagai reinkarnasi dari seorang tokoh agama yang penting. Aksi bakar diri itu dilakukan di dekat sebuah biara, di provinsi Gansu, China.
Seperti dikutip dari BBC.co.uk, usai terjadinya aksi bakar diri Dorjee, keamanan di wilayah itu langsung ditingkatkan. “Para biksu dari biara Tsoe dan masyarakat setempat menghadiri layanan doa untuk Dorjee. Saya menerima laporan, bahwa pengerahan keamanan telah ditingkatkan di wilayah tersebut dan transportasi ke kota Tsoe telah ditutup,” ujar Saunders Kate, aktivis dari International Campaign for Tibet.
Aksi bakar diri ini bukan kali pertama dilakukan oleh warga Tibet. Sejak 2009, lebih dari 50 warga Tibet melakukan aksi tragis ini. Sebagian besar dari mereka adalah biarawan dan biarawati. Pada awal Oktober, Sangay Gyatso (27) membakar dirinya di wilayah yang sama dengan aksi Dorjee.
Banyak orang Tibet menuduh pemerintah China memberlakukan penindasan agama dan mengikis budaya Tibet. Mayoritas warga China yang berasal dari etnis Han, dianggap telah mengekspansi daerah-daerah yang bernilai historis bagi warga Tibet.
Namun, Pemerintah China menolak tudingan ini. Pemerintah China mengatakan, warga Tibet sudah menikmati kebebasan beragama. Sementara investasi yang dilakukan di beberapa daerah di Tibet, dimaksudkan untuk membawa modernisasi dan standar hidup yang lebih baik.
Dorjee adalah kakek dari keturunan ke-7 Gungthang Rinpoche, sosok yang diyakini oleh umat Budha di Tibet sebagai reinkarnasi dari seorang tokoh agama yang penting. Aksi bakar diri itu dilakukan di dekat sebuah biara, di provinsi Gansu, China.
Seperti dikutip dari BBC.co.uk, usai terjadinya aksi bakar diri Dorjee, keamanan di wilayah itu langsung ditingkatkan. “Para biksu dari biara Tsoe dan masyarakat setempat menghadiri layanan doa untuk Dorjee. Saya menerima laporan, bahwa pengerahan keamanan telah ditingkatkan di wilayah tersebut dan transportasi ke kota Tsoe telah ditutup,” ujar Saunders Kate, aktivis dari International Campaign for Tibet.
Aksi bakar diri ini bukan kali pertama dilakukan oleh warga Tibet. Sejak 2009, lebih dari 50 warga Tibet melakukan aksi tragis ini. Sebagian besar dari mereka adalah biarawan dan biarawati. Pada awal Oktober, Sangay Gyatso (27) membakar dirinya di wilayah yang sama dengan aksi Dorjee.
Banyak orang Tibet menuduh pemerintah China memberlakukan penindasan agama dan mengikis budaya Tibet. Mayoritas warga China yang berasal dari etnis Han, dianggap telah mengekspansi daerah-daerah yang bernilai historis bagi warga Tibet.
Namun, Pemerintah China menolak tudingan ini. Pemerintah China mengatakan, warga Tibet sudah menikmati kebebasan beragama. Sementara investasi yang dilakukan di beberapa daerah di Tibet, dimaksudkan untuk membawa modernisasi dan standar hidup yang lebih baik.
(esn)