Korut tuntut Jepang minta maaf
Sabtu, 13 Oktober 2012 - 16:13 WIB
Korut tuntut Jepang minta maaf
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara (Korut) mendesak Jepang meminta maaf atas agresi yang dilakukannya di era Perang Dunia II. Hal itu menjadi syarat perbaikan hubungan antara dua negara Asia tersebut.
"Sangat penting bagi Jepang untuk menyelesaikan masalah masa lalu, bila mereka ingin memperbaiki hubungan dengan Korut," ujar pejabat tinggi Korut, Kim Yong Nam, seperti dikutip Kyodo, Sabtu (13/10/2012).
Jepang menduduki Semenanjung Korea pada 1910 hingga 1945 silam. Hal itu sampai saat ini belum dimaafkan oleh Korut. Sementara itu, isu mengenai penculikan warga Jepang yang dilakukan Korut juga belum terselesaikan.
Pada 2002, Korut mengakui perbuatannya yang menculik warga sejumlah Jepang pada 1970 hingga 1980. Penculikan itu dilakukan Korut untuk mengajari mata-matanya, bahasa dan kebudayaan Jepang. Setelah itu, lima korban penculikan pun dipulangkan kembali oleh Pemerintah Korut dan delapan orang lainnya dilaporkan tewas.
Korut dan Jepang juga tidak memiliki hubungan diplomatik, dan sejauh ini, Jepang mendesak Korut berunding dan membahas isu penculikan warganya. Namun Korut memandang isu penculikan itu sudah terselesaikan.
"Tanpa meminta maaf atas kesalahannya, para pemimpin di Jepang sudah menyalahartikan isu penculikan warganya dan menggunakan isu tersebut untuk mempertahankan kekuasaan," imbuhnya.
"Sangat penting bagi Jepang untuk menyelesaikan masalah masa lalu, bila mereka ingin memperbaiki hubungan dengan Korut," ujar pejabat tinggi Korut, Kim Yong Nam, seperti dikutip Kyodo, Sabtu (13/10/2012).
Jepang menduduki Semenanjung Korea pada 1910 hingga 1945 silam. Hal itu sampai saat ini belum dimaafkan oleh Korut. Sementara itu, isu mengenai penculikan warga Jepang yang dilakukan Korut juga belum terselesaikan.
Pada 2002, Korut mengakui perbuatannya yang menculik warga sejumlah Jepang pada 1970 hingga 1980. Penculikan itu dilakukan Korut untuk mengajari mata-matanya, bahasa dan kebudayaan Jepang. Setelah itu, lima korban penculikan pun dipulangkan kembali oleh Pemerintah Korut dan delapan orang lainnya dilaporkan tewas.
Korut dan Jepang juga tidak memiliki hubungan diplomatik, dan sejauh ini, Jepang mendesak Korut berunding dan membahas isu penculikan warganya. Namun Korut memandang isu penculikan itu sudah terselesaikan.
"Tanpa meminta maaf atas kesalahannya, para pemimpin di Jepang sudah menyalahartikan isu penculikan warganya dan menggunakan isu tersebut untuk mempertahankan kekuasaan," imbuhnya.
(esn)