Jenazah gembong narkoba Meksiko hilang dicuri
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:25 WIB
Jenazah gembong narkoba Meksiko hilang dicuri
A
A
A
Sindonews.com - Jenazah Heriberto Lazcano, gembong kartel Zetas di Meksiko, dicuri oleh sekelompok orang bersenjata dari Rumah Duka di Meksiko Utara, Selasa (9/10/2012). Jaksa Penuntut Negara di Coahuila, Homero Ramos, mengatakan, sejumlah pria bersenjata mengusir Direktur Rumah Duka, kemudian mengangkut jenazah Lazcano dan satu jasad lainya.
Pencurian jasad ini mencoreng kemenangan signifikan aparat keamanan Meksiko dalam pertempuran melawan kejahatan terorganisir, jelang dua bulan berakhirnya masa jabatan Presiden Meksiko, Felipe Calderon. Lazcano yang dijuluki “El Verdugo” (Algojo) ini tewas dalam baku tembak antara AL Meksiko dan kartel Zetas di perbatasan Utara negara bagian Coahuila, Selasa (9/10/2012).
Kartel Zetaz terkenal dengan aksi pembunuhan massal, kartel ini merupakan kartel terbesar di Meksiko. Mereka tersebar di 31 negara bagian dengan jumlah kelompok mencapai 16 kelompok.
Aksi balasan ini bukan yang pertama kali terjadi di Meksiko, anggota kartel acap kali melakukan serangan balasan, setelah pemerintah Meksiko mempublikasikan kemenangan mereka. Kerap kali, sejumlah pria bersenjata menyerang penjara atau rumah sakit untuk menyelamatkan kembali rekan mereka yang ditangkap.
Walau jenazah Lazcano saat ini tak diketahui keberadaannya, namun hal ini tak mengurangi apresiasi pemerintah Meksiko terhadap aparat keamanan negeri itu. Presiden Calderon telah mengucapkan selamat kepada pasukan AL. Dalam pidato ucapan selamat, Calderon sama sekali tidak menyinggung tentang hilangnya jasad Lazcano.
"Pemimpin kartel Zetas ini tewas saat melakukan perlawanan saat ditangkap," ungkap Calderon seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (10/10/2012). Calderon mengatakan, AL Meksiko telah membuat dampak yang signifikan pada organisasi kriminal yang beroperasi di wilayah Utara Meksiko.
"Dengan penangkapan ini, Meksiko telah dinetralkan. Selama masa pemerintahan saya, 25 dari 37 dari penjahat yang paling dicari di negeri ini telah ditangkap," imbuh Calderon.
Penangkapan pemimpin kelompok kartel di Meksiko menunjukan efektifitas strategi militer untuk perang melawan narkoba yang diluncurkan Calderon sejak 2006 lalu. Lebih dari 50 ribu orang diyakini telah tewas dalam perang melawan kartel narkoba di Meksiko.
Pencurian jasad ini mencoreng kemenangan signifikan aparat keamanan Meksiko dalam pertempuran melawan kejahatan terorganisir, jelang dua bulan berakhirnya masa jabatan Presiden Meksiko, Felipe Calderon. Lazcano yang dijuluki “El Verdugo” (Algojo) ini tewas dalam baku tembak antara AL Meksiko dan kartel Zetas di perbatasan Utara negara bagian Coahuila, Selasa (9/10/2012).
Kartel Zetaz terkenal dengan aksi pembunuhan massal, kartel ini merupakan kartel terbesar di Meksiko. Mereka tersebar di 31 negara bagian dengan jumlah kelompok mencapai 16 kelompok.
Aksi balasan ini bukan yang pertama kali terjadi di Meksiko, anggota kartel acap kali melakukan serangan balasan, setelah pemerintah Meksiko mempublikasikan kemenangan mereka. Kerap kali, sejumlah pria bersenjata menyerang penjara atau rumah sakit untuk menyelamatkan kembali rekan mereka yang ditangkap.
Walau jenazah Lazcano saat ini tak diketahui keberadaannya, namun hal ini tak mengurangi apresiasi pemerintah Meksiko terhadap aparat keamanan negeri itu. Presiden Calderon telah mengucapkan selamat kepada pasukan AL. Dalam pidato ucapan selamat, Calderon sama sekali tidak menyinggung tentang hilangnya jasad Lazcano.
"Pemimpin kartel Zetas ini tewas saat melakukan perlawanan saat ditangkap," ungkap Calderon seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (10/10/2012). Calderon mengatakan, AL Meksiko telah membuat dampak yang signifikan pada organisasi kriminal yang beroperasi di wilayah Utara Meksiko.
"Dengan penangkapan ini, Meksiko telah dinetralkan. Selama masa pemerintahan saya, 25 dari 37 dari penjahat yang paling dicari di negeri ini telah ditangkap," imbuh Calderon.
Penangkapan pemimpin kelompok kartel di Meksiko menunjukan efektifitas strategi militer untuk perang melawan narkoba yang diluncurkan Calderon sejak 2006 lalu. Lebih dari 50 ribu orang diyakini telah tewas dalam perang melawan kartel narkoba di Meksiko.
(aww)