Romney Mulai Serang Kebijakan Luar Negeri Obama
Selasa, 09 Oktober 2012 - 22:48 WIB
Romney Mulai Serang Kebijakan Luar Negeri Obama
A
A
A
Sindonews.com - Menyusul serangan terhadap Konsulat Amerika Serikat (AS) di Libya beberapa waktu lalu, kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Mitt Romney, menyerang kebijakan luar negeri Presiden Barack Obama. Menurutnya, kebijakan luar negeri Obama amat pasif.
Di depan kadet militer di Virgina, Romney pun melancarkan serangannya kepada Obama. Selain peristiwa di Libya, dirinya juga mengecam kebijakan Obama mengenai konflik di Suriah dan di Timur Tengah.
"Saya tahu presiden mengharapkan wilayah Timur Tengah yang aman, bebas dan lebih makmur. Saya juga berbagi harapan ini. Tetapi harapan bukanlah strategi," ujar Romney, seperti dikutip the Independent, Selasa (9/10/2012).
Pidato kampanye Romney ini dianggap tidak mengutarakan hal yang spesifik, seperti masalah yang sebenarnya dihadapi oleh Suriah ataupun Iran. Namun dirinya mengatakan, akan memberikan bantuan senjata kepada pihak oposisi yang tengah melakukan perlawanan di Suriah saat ini. Tetapi tidak dijelaskan apakah bantuan itu seperti pasokan senjata.
Kritikan yang diutarakan oleh Romney kepada Obama lebih memfokuskan kepada peran Amerika di dunia. "Sudah menjadi tanggung jawab dari
presiden kita untuk menggunakan kekuatan besar Amerika dalam membentuk sejarah, bukan memimpin dari belakang. Tetapi sayangnya, hal ini justru yang dilakukan oleh Presiden Obama mengenai Timur Tengah," tuturnya.
Romney menjanjikan, bila dirinya menjadi Presiden Amerika Serikat, dia akan merubah semua kebijakan luar negeri yang dilakukan Obama saat ini. Tetapi Romney dipastikan bisa menghadapi kesulitannya sendiri dari dalam Partai Republik.
Ada beberapa faksi neo-konservatif seperti mantan Dubes AS John Bolton yang saat ini tengah berjuang mendapatkan pengaruh. Tetapi ada juga suara moderat seperti Robert Zoellick yang mengepalai tim transisi keamanan nasional Romney.
Di depan kadet militer di Virgina, Romney pun melancarkan serangannya kepada Obama. Selain peristiwa di Libya, dirinya juga mengecam kebijakan Obama mengenai konflik di Suriah dan di Timur Tengah.
"Saya tahu presiden mengharapkan wilayah Timur Tengah yang aman, bebas dan lebih makmur. Saya juga berbagi harapan ini. Tetapi harapan bukanlah strategi," ujar Romney, seperti dikutip the Independent, Selasa (9/10/2012).
Pidato kampanye Romney ini dianggap tidak mengutarakan hal yang spesifik, seperti masalah yang sebenarnya dihadapi oleh Suriah ataupun Iran. Namun dirinya mengatakan, akan memberikan bantuan senjata kepada pihak oposisi yang tengah melakukan perlawanan di Suriah saat ini. Tetapi tidak dijelaskan apakah bantuan itu seperti pasokan senjata.
Kritikan yang diutarakan oleh Romney kepada Obama lebih memfokuskan kepada peran Amerika di dunia. "Sudah menjadi tanggung jawab dari
presiden kita untuk menggunakan kekuatan besar Amerika dalam membentuk sejarah, bukan memimpin dari belakang. Tetapi sayangnya, hal ini justru yang dilakukan oleh Presiden Obama mengenai Timur Tengah," tuturnya.
Romney menjanjikan, bila dirinya menjadi Presiden Amerika Serikat, dia akan merubah semua kebijakan luar negeri yang dilakukan Obama saat ini. Tetapi Romney dipastikan bisa menghadapi kesulitannya sendiri dari dalam Partai Republik.
Ada beberapa faksi neo-konservatif seperti mantan Dubes AS John Bolton yang saat ini tengah berjuang mendapatkan pengaruh. Tetapi ada juga suara moderat seperti Robert Zoellick yang mengepalai tim transisi keamanan nasional Romney.
(esn)