Archbold tewas usai juarai lomba makan kecoa
Selasa, 09 Oktober 2012 - 11:16 WIB
Archbold tewas usai juarai lomba makan kecoa
A
A
A
Sindonews.com - Malang, Edward Archbold meninggal dunia beberapa saat setelah dinobatkan menjadi juara dalam kontes makan kecoa di Deerfield Beach, sebelah utara Miami, Florida, AS.
Jumat (6/10/2012) Ben Siegel Reptile mengelar sebuah lomba yang nyeleneh, pasalnya toko penjual hewan melata ini mengelar kontes makan serangga. Sedikitnya 30 orang ambil bagian untuk memperebutkan hadiah utama yakni, seekor ular piton.
Seperti dilansir Skynews, menurut kantor Sheriff Broward, usai menyelesaikan lomba makan kecoa, Archbold (32) terkapar di depan toko itu. Ia kemudian dilarikan kerumah sakit hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Selain Arnold, tak seorang kontestan lomba makan kecoa itu yang jatuh sakit. "Kami sangat ngeri," ungkap Ben Siegel, pemilik toko penjual hewan melata.
Siegel mengatakan Archbold terlihat sehat saat mengikuti kontes ini. "Nampaknya dia ingin pamer dan itu bagus, Archbold membuat kontes ini menjadi sangat hidup." imbuh Siegel, seperti dilansir Mirror.co.uk, Selasa (9/10/2012).
Siegel menambahkan jika menang Archbold berniat menjual python tersebut pada teman yang menyarankan dia untuk mengikuti kontes tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang diungkapkan oleh pengacara klienya bebas dari tuntutan hukum, pasalnya sebelum mengikuti mengikuti kontes unik dan tak lazim ini semua partisipan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak melayangkan tuntutan.
Guna mengetahui penyebab pasti kematian Archbold, pihak berwenang sedang menunggu hasil dari post-mortem.
Sementara itu, Pakar entimologi Universitas California Riverside, Michael Adams meyakini bahwa kecoa-kecoa itu cukup aman untuk dimakan, kecuali kecoa-kecoa itu terkontaminasi bakteri atau patogen berbahaya.
"Beberapa orang punya alergi terhadap kecoa, tapi kocoa atau serangga sejenisnya tidak beracun," imbuh Adams.
Jumat (6/10/2012) Ben Siegel Reptile mengelar sebuah lomba yang nyeleneh, pasalnya toko penjual hewan melata ini mengelar kontes makan serangga. Sedikitnya 30 orang ambil bagian untuk memperebutkan hadiah utama yakni, seekor ular piton.
Seperti dilansir Skynews, menurut kantor Sheriff Broward, usai menyelesaikan lomba makan kecoa, Archbold (32) terkapar di depan toko itu. Ia kemudian dilarikan kerumah sakit hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Selain Arnold, tak seorang kontestan lomba makan kecoa itu yang jatuh sakit. "Kami sangat ngeri," ungkap Ben Siegel, pemilik toko penjual hewan melata.
Siegel mengatakan Archbold terlihat sehat saat mengikuti kontes ini. "Nampaknya dia ingin pamer dan itu bagus, Archbold membuat kontes ini menjadi sangat hidup." imbuh Siegel, seperti dilansir Mirror.co.uk, Selasa (9/10/2012).
Siegel menambahkan jika menang Archbold berniat menjual python tersebut pada teman yang menyarankan dia untuk mengikuti kontes tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang diungkapkan oleh pengacara klienya bebas dari tuntutan hukum, pasalnya sebelum mengikuti mengikuti kontes unik dan tak lazim ini semua partisipan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak melayangkan tuntutan.
Guna mengetahui penyebab pasti kematian Archbold, pihak berwenang sedang menunggu hasil dari post-mortem.
Sementara itu, Pakar entimologi Universitas California Riverside, Michael Adams meyakini bahwa kecoa-kecoa itu cukup aman untuk dimakan, kecuali kecoa-kecoa itu terkontaminasi bakteri atau patogen berbahaya.
"Beberapa orang punya alergi terhadap kecoa, tapi kocoa atau serangga sejenisnya tidak beracun," imbuh Adams.
(aww)