Kebocoran gas sebabkan 3000 orang keracunan
Senin, 08 Oktober 2012 - 16:13 WIB
Kebocoran gas sebabkan 3000 orang keracunan
A
A
A
Sindonews.com - Lebih dari 3000 orang warga Korea Selatan (Korsel) di Kota Gumi mendapatkan perawatan medis setelah menghirup zat beracun.
Kerusakan pada Hube global pada 27 September menyebabkan ledakan yang berujung pada kebocoran asam fluorida dan berdampak pada tanaman, ternak dan semua warga desa yang tinggal di sekitar pabrik.
Sejauh ini hampir 3200 orang telah mendapatkan perawatan dibeberapa rumah sakit karena menderita ganguan pernapasan, mual, ruam, sakit mata dan sakit tenggorokan. Mereka mengaku telah menghirup zat beracuun.
Kebocoran tersebit telah mempengaruhi 80 perusahaan di sekitar, beberapa diantara perusahaan yang berada di sekitar pabrik Hube global tersebut terpaksa menutup perusahaan mereka. Kerugian pasca ledakan yang berujung pada kebocoran ini diperkirakan telah meningkat dari 9,4 juta won menjadi 17,7 juta won.
Kebocoran juga menyebabkan 212 hektar lahan pertanian rusak dan 3200 makhluk hidup yang tinggal disekitar pabrik kimia tersebut menunjukan gejala keracunan mirip gejala flu.
Sementara itu, sebanyak 300 penduduk desa Bongsan-ri dan Imcheon-ri yang terletak dekat dengan pabrik di evakuasi ke tempat penampungan sementara. Sedikitnya 120 orang masih bertahan di rumah sementara asam fluorida masih meracuni udara yang mereka hirup.
Evakusi dilakukan setelah beberapa orang melaporkan ada darah dalam air liur mereka.
"Kami memutuskan untuk pindah karena pemerintah mengabaikan kami dan tidak kunjung memberikan penanggulangan," ungkap Kepala desa warga Imcheon-ri, Park Myeong-Seok seperti dilansir Chanelnewsasia, Senin (8/10/2012).
Sebelumnya, Pemerintah Korsel telah sebuah tim yang beranggotakan 26 orang untuk melakukan penyelidikan penuh atas kasus kebocoran bahan kimia beracun di Tenggara kota Gumi, Jumat (5/10/2012).
Kerusakan pada Hube global pada 27 September menyebabkan ledakan yang berujung pada kebocoran asam fluorida dan berdampak pada tanaman, ternak dan semua warga desa yang tinggal di sekitar pabrik.
Sejauh ini hampir 3200 orang telah mendapatkan perawatan dibeberapa rumah sakit karena menderita ganguan pernapasan, mual, ruam, sakit mata dan sakit tenggorokan. Mereka mengaku telah menghirup zat beracuun.
Kebocoran tersebit telah mempengaruhi 80 perusahaan di sekitar, beberapa diantara perusahaan yang berada di sekitar pabrik Hube global tersebut terpaksa menutup perusahaan mereka. Kerugian pasca ledakan yang berujung pada kebocoran ini diperkirakan telah meningkat dari 9,4 juta won menjadi 17,7 juta won.
Kebocoran juga menyebabkan 212 hektar lahan pertanian rusak dan 3200 makhluk hidup yang tinggal disekitar pabrik kimia tersebut menunjukan gejala keracunan mirip gejala flu.
Sementara itu, sebanyak 300 penduduk desa Bongsan-ri dan Imcheon-ri yang terletak dekat dengan pabrik di evakuasi ke tempat penampungan sementara. Sedikitnya 120 orang masih bertahan di rumah sementara asam fluorida masih meracuni udara yang mereka hirup.
Evakusi dilakukan setelah beberapa orang melaporkan ada darah dalam air liur mereka.
"Kami memutuskan untuk pindah karena pemerintah mengabaikan kami dan tidak kunjung memberikan penanggulangan," ungkap Kepala desa warga Imcheon-ri, Park Myeong-Seok seperti dilansir Chanelnewsasia, Senin (8/10/2012).
Sebelumnya, Pemerintah Korsel telah sebuah tim yang beranggotakan 26 orang untuk melakukan penyelidikan penuh atas kasus kebocoran bahan kimia beracun di Tenggara kota Gumi, Jumat (5/10/2012).
(aww)