Kongres pecat PM Libya
Senin, 08 Oktober 2012 - 14:36 WIB
Kongres pecat PM Libya
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Libya, Mustafa Abu Shagur diberhentikan setelah dua kali gagal mendapatkan persetujuan dari parlemen untuk membentuk kabinet baru dalam pemerintahanya.
Sebanyak 125 orang anggota Kongres Jendral Nasional, Libya (GNC) menentang 44 orang anggota Kongres yang menyetujui usulan pembentukan sebuah "pemerintah darurat", yang terdiri dari hanya 10 kementerian oleh PM Mustafa.
"Dalam menghadapi ancaman bahaya yang dihadapi negara, saya mengajukan sebuah pemerintahan krisis yang hanya beranggotakan 10 kementrian, dan menolak semua pertimbangan geografis." ungkap Mustafa seperti dilansir Chanel News Asia, Senin (8/10/2012).
GNC, Kamis lalu menolak kabinet baru yang diajukan Mustafa dengan alasan, tidak mewakili wilayah-wilayah penting dan beberapa anggotanya dinyatakan kurang layak.
Mustafa juga mencalonkan seorang kolonel pembelot yang memimpin pemberontakan di Libya timur tahun lalu sebagai Menteri Pertahanan dan Polisi Umum untuk Kementrian Dalam Negeri Libya.
Berdasarkan aturan yang berlaku setelah keputusan ini diberlakukan GNC memiliki waktu sebanyak tiga atau empat minggu kedepan untuk memilihi PM baru bagi Libya.
Mustafa merupakan PM Libya pertama yang dipilih oleh kongres Libya setelah Kol Muammar Gaddafi digulingkan. Dia sebelumnya sempat menjabat sebagai wakil perdana menteri dibawah pimpinan sementara Abdurrahim al-Keib. Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, lulusan S3 uniersitas AS ini berikrar untuk tidak akan menyerah pada tekanan dan permainan politik di Libya.
"Saya tidak mau mengambil tanggung jawab atas pembentukan sebuah tim yang tidak sesuai dengan keinginan saya sendiri." ungkap Mustafa. Dia juga menghimbau CNC untuk memikul tanggung jawab dalam momen bersejarah ini.
Mustafa menambahkan sejumlah partai politik telah memutuskan untuk menarik kepercayaannya atas dirinya. Mengacu pada kesepakatan yang dibuat oleh tiga partai Pasukan Aliansi Nasional dan Partai Keadilan Ikhwanul Muslimin dan Partai Konstruksi.
Sebanyak 125 orang anggota Kongres Jendral Nasional, Libya (GNC) menentang 44 orang anggota Kongres yang menyetujui usulan pembentukan sebuah "pemerintah darurat", yang terdiri dari hanya 10 kementerian oleh PM Mustafa.
"Dalam menghadapi ancaman bahaya yang dihadapi negara, saya mengajukan sebuah pemerintahan krisis yang hanya beranggotakan 10 kementrian, dan menolak semua pertimbangan geografis." ungkap Mustafa seperti dilansir Chanel News Asia, Senin (8/10/2012).
GNC, Kamis lalu menolak kabinet baru yang diajukan Mustafa dengan alasan, tidak mewakili wilayah-wilayah penting dan beberapa anggotanya dinyatakan kurang layak.
Mustafa juga mencalonkan seorang kolonel pembelot yang memimpin pemberontakan di Libya timur tahun lalu sebagai Menteri Pertahanan dan Polisi Umum untuk Kementrian Dalam Negeri Libya.
Berdasarkan aturan yang berlaku setelah keputusan ini diberlakukan GNC memiliki waktu sebanyak tiga atau empat minggu kedepan untuk memilihi PM baru bagi Libya.
Mustafa merupakan PM Libya pertama yang dipilih oleh kongres Libya setelah Kol Muammar Gaddafi digulingkan. Dia sebelumnya sempat menjabat sebagai wakil perdana menteri dibawah pimpinan sementara Abdurrahim al-Keib. Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, lulusan S3 uniersitas AS ini berikrar untuk tidak akan menyerah pada tekanan dan permainan politik di Libya.
"Saya tidak mau mengambil tanggung jawab atas pembentukan sebuah tim yang tidak sesuai dengan keinginan saya sendiri." ungkap Mustafa. Dia juga menghimbau CNC untuk memikul tanggung jawab dalam momen bersejarah ini.
Mustafa menambahkan sejumlah partai politik telah memutuskan untuk menarik kepercayaannya atas dirinya. Mengacu pada kesepakatan yang dibuat oleh tiga partai Pasukan Aliansi Nasional dan Partai Keadilan Ikhwanul Muslimin dan Partai Konstruksi.
(aww)