Obama hindari retorika anti-Romney
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 11:11 WIB
Obama hindari retorika anti-Romney
A
A
A
Sindonews.com - Incumbent Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mungkin berbicara lebih lama empat menit ketimbang rivalnya dari Republikan,Mitt Romney, dalam debat calon presiden (capres) perdana yang digelar di Denver, Colorado, Rabu (3/10) waktu setempat atau kemarin WIB.
Tapi ketika debat itu selesai, apa yang tidak diungkapkan Obama-lah yang menentukan malam itu dan itulah yang membantu mengangkat Romney, yang dalam beberapa pekan terakhir terseok dalam jajak pendapat jelang pemilu 6 November mendatang.
Dalam sebuah debat yang sebagian besar merupakan campuran poin kampanye dan detail kebijakan, tema kampanye Obama yang dimaksudkan untuk mendorong peringkat Romney agar jatuh tidak muncul.
Dalam debat itu, Obama tidak menyebut pekerjaan Romney di Bain Capital, perusahaan ekuitas swasta yang perannya dalam mengirimkan ribuan pekerjaan ke luar negeri membuat Romney dianggap kampanye Obama sebagai “pembunuh lapangan kerja”. Obama juga enggan menyebut penolakan Romney untuk merilis pajaknya selama lebih dari dua tahun.
Demokrat telah berulang kali mempertanyakan apakah Romney yang kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar USD250 juta (Rp2,3 triliun) menyembunyikan sesuatu mengenai keuangannya dan mengapa dia menyimpan jutaan dolar dalam rekening di luar negeri. Namun, blunder terbesar Obama adalah tidak menyinggung sebuah frasa yang telah mendominasi kampanye selama dua pekan terakhir: 47%.
Itu adalah angka warga Amerika yang disebut Romney dalam sebuah penggalangan dana pada Mei lalu, sebagai “korban” yang bergantung pada tunjangan pemerintah dan yang tidak akan memberikan suara untuk dia.
Video pernyataan Romney itu telah menjadi bumerang kampanyenya. Pekan lalu tim Obama merilis sebuah iklan yang memuat komentar 47% Romney itu di tujuh negara bagian penting, termasuk Colorado, yang menuanrumahi debat itu.
Banyak pemilih menyatakan, komentar Romney itu telah memberikan opini negatif mengenai mantan gubernur Massachusetts itu. Jadi, wajar jika diperkirakan Obama akan mengingatkan pemilih mengenai video Romney itu pada debat. Namun, ternyata Presiden itu tidak menyinggung hal itu sedikit pun.
Para penasihat kampanye Obama membela respons itu. “Presiden tidak berusaha menyerang. Dia berusaha menjelaskan rencananya,” tegas juru bicara kampanye Obama, Jen Psaki, yang dilansir Reuters.
Pendukung Romney menilai, keengganan Obama menyinggung topik yang bisa membuat Romney mempertahankan diri itu mungkin adalah sinyal perubahan strategi tim kampanye sang presiden. “Bisa jadi pengikut Obama tidak merasa itu sebagai sarana yang baik bagi mereka,” ujar penasihat senior Romney, Kevin Madden.
Tapi ketika debat itu selesai, apa yang tidak diungkapkan Obama-lah yang menentukan malam itu dan itulah yang membantu mengangkat Romney, yang dalam beberapa pekan terakhir terseok dalam jajak pendapat jelang pemilu 6 November mendatang.
Dalam sebuah debat yang sebagian besar merupakan campuran poin kampanye dan detail kebijakan, tema kampanye Obama yang dimaksudkan untuk mendorong peringkat Romney agar jatuh tidak muncul.
Dalam debat itu, Obama tidak menyebut pekerjaan Romney di Bain Capital, perusahaan ekuitas swasta yang perannya dalam mengirimkan ribuan pekerjaan ke luar negeri membuat Romney dianggap kampanye Obama sebagai “pembunuh lapangan kerja”. Obama juga enggan menyebut penolakan Romney untuk merilis pajaknya selama lebih dari dua tahun.
Demokrat telah berulang kali mempertanyakan apakah Romney yang kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar USD250 juta (Rp2,3 triliun) menyembunyikan sesuatu mengenai keuangannya dan mengapa dia menyimpan jutaan dolar dalam rekening di luar negeri. Namun, blunder terbesar Obama adalah tidak menyinggung sebuah frasa yang telah mendominasi kampanye selama dua pekan terakhir: 47%.
Itu adalah angka warga Amerika yang disebut Romney dalam sebuah penggalangan dana pada Mei lalu, sebagai “korban” yang bergantung pada tunjangan pemerintah dan yang tidak akan memberikan suara untuk dia.
Video pernyataan Romney itu telah menjadi bumerang kampanyenya. Pekan lalu tim Obama merilis sebuah iklan yang memuat komentar 47% Romney itu di tujuh negara bagian penting, termasuk Colorado, yang menuanrumahi debat itu.
Banyak pemilih menyatakan, komentar Romney itu telah memberikan opini negatif mengenai mantan gubernur Massachusetts itu. Jadi, wajar jika diperkirakan Obama akan mengingatkan pemilih mengenai video Romney itu pada debat. Namun, ternyata Presiden itu tidak menyinggung hal itu sedikit pun.
Para penasihat kampanye Obama membela respons itu. “Presiden tidak berusaha menyerang. Dia berusaha menjelaskan rencananya,” tegas juru bicara kampanye Obama, Jen Psaki, yang dilansir Reuters.
Pendukung Romney menilai, keengganan Obama menyinggung topik yang bisa membuat Romney mempertahankan diri itu mungkin adalah sinyal perubahan strategi tim kampanye sang presiden. “Bisa jadi pengikut Obama tidak merasa itu sebagai sarana yang baik bagi mereka,” ujar penasihat senior Romney, Kevin Madden.
(aww)