Terlibat demonstrasi, pemimpin oposisi Kirgistan ditahan
Kamis, 04 Oktober 2012 - 11:35 WIB
Terlibat demonstrasi, pemimpin oposisi Kirgistan ditahan
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin partai oposisi Kirgistan Partai Virulently Nasionalis, Kamchibek Tashiyev ditahan atas tuduhan menggulingkan pemerintah ditengah aksi protes di Ibu Kota Bishkek, Kirgistan.
Seperti dilansir RIA Novosti, Kamis (4/10/2012) Pengacara Tashiyev mengatakan klienya ditahan selama 48 jam bersama tiga anggota lain parlemen.
Kemarin sekitar 1000 orang berkumpul di Ibu Kota Bishkek, Kirgistan mengelar aksi ujuk rasa menuntut nasionalisasi tambang emas Kumtor. Kabarnya mereka diorganisir oleh politisi nasionalis oposisi dari Partai Virulently Nasionalis, Sapar Zhaparov dan Kamchibek Tashiyev.
Para pengunjuk rasa kecewa dengan aktivitas tambang emas Kumtor mereka menilai, operasi tambang ini daman beberapa tahun terakhir telah menumpahkan racun dan juga menuduh tambang emas Kumtor mencurangi kewajiban pajak. Namun tuduhan kecurangan pajak tersebut dibantah oleh pihak Kumtor.
Unjuk rasa yang berlangsung damai menjadi ricuh saat para demonstran berusaha masuk ke gedung parlemen dan gedung-gedung pemerintahan. Mereka menuntut pengunduran diri Perdana Menteri dan sejumlah pejabat tinggi Kyrgyzstan.
Polisi terpaksa melemparkan bom asap ke arah kerumunan demostran. Polisi juga berhasil menangkap beberapa orang perusuh dalam aksi demonstrasi tersebut.
Operasional Tambang emas Kumor telah mendatangkan 12 persen pemasukan ekonomi Kyrgyzstan sebesar USD1.9 miliar. Termasuk pendapatan dalam bentuk pajak senilai USD 629 juta.
Seperti dilansir RIA Novosti, Kamis (4/10/2012) Pengacara Tashiyev mengatakan klienya ditahan selama 48 jam bersama tiga anggota lain parlemen.
Kemarin sekitar 1000 orang berkumpul di Ibu Kota Bishkek, Kirgistan mengelar aksi ujuk rasa menuntut nasionalisasi tambang emas Kumtor. Kabarnya mereka diorganisir oleh politisi nasionalis oposisi dari Partai Virulently Nasionalis, Sapar Zhaparov dan Kamchibek Tashiyev.
Para pengunjuk rasa kecewa dengan aktivitas tambang emas Kumtor mereka menilai, operasi tambang ini daman beberapa tahun terakhir telah menumpahkan racun dan juga menuduh tambang emas Kumtor mencurangi kewajiban pajak. Namun tuduhan kecurangan pajak tersebut dibantah oleh pihak Kumtor.
Unjuk rasa yang berlangsung damai menjadi ricuh saat para demonstran berusaha masuk ke gedung parlemen dan gedung-gedung pemerintahan. Mereka menuntut pengunduran diri Perdana Menteri dan sejumlah pejabat tinggi Kyrgyzstan.
Polisi terpaksa melemparkan bom asap ke arah kerumunan demostran. Polisi juga berhasil menangkap beberapa orang perusuh dalam aksi demonstrasi tersebut.
Operasional Tambang emas Kumor telah mendatangkan 12 persen pemasukan ekonomi Kyrgyzstan sebesar USD1.9 miliar. Termasuk pendapatan dalam bentuk pajak senilai USD 629 juta.
(aww)