Tanpa dukungan, AS tidak akan intervensi Suriah
Jum'at, 28 September 2012 - 15:14 WIB
Tanpa dukungan, AS tidak akan intervensi Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Leon Panetta mengatakan sebuah kesalahan serius jika AS mengintervensi Suriah secara langsung.
"Jika masyarakat internasional memutuskan sebuah langkah, bahwa masyarakat internasional akan maju, maka jelas kami akan menjadi bagian dari langkah tersebut. Tapi, tanpa dukungan banyak pihak, saya pikir itu akan menjadi sebuah kesalahan bagi AS," terang Panetta seperti diberitakan RIA Novosti, Jumat (28/9/2012).
Sementar, Qatar dalam Sidang Majelis Umum PBB menyerukan agar militer asing ikut campur menyelesaikan masalah internal yang terjadi di Suriah. Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani mendukung oposisi Suriah menyerukan intervensi militer Arab ke Suriah.
“Lebih baik negara Arab sendiri yang mengintervensi karena alasan kemanusiaan, politik,dan militer. Itu dilakukan untuk menghentikan aksi kekerasan berdarah,” kata Sheikh Hamad di depan Sidang Umum PBB.
Negara barat sebelumnya menekan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur dari jabatanya dan bersama kelompok oposisi bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang telah nyawa ribuan orang.
"Semuanya sudah jelas, hal yang paling efektif yang dapat dilakukan oleh masyarakat internasional saat ini adalah melanjutkan tekanan diplomatik dan ekonomi agar Assad mundur dari jabatanya," terang Panetta.
Panetta mengatakan AS melakukan apa yang bisa mereka lakukan yang berkaitan dengan krisis kemanusiaan dengan membantu menyediakan kebutuhan kemanusiaan yang terus meningkat. Dan ini adalah cara yang paling efektif dalam mengatasi situasi yang terjadi di Suriah.
"Jika masyarakat internasional memutuskan sebuah langkah, bahwa masyarakat internasional akan maju, maka jelas kami akan menjadi bagian dari langkah tersebut. Tapi, tanpa dukungan banyak pihak, saya pikir itu akan menjadi sebuah kesalahan bagi AS," terang Panetta seperti diberitakan RIA Novosti, Jumat (28/9/2012).
Sementar, Qatar dalam Sidang Majelis Umum PBB menyerukan agar militer asing ikut campur menyelesaikan masalah internal yang terjadi di Suriah. Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani mendukung oposisi Suriah menyerukan intervensi militer Arab ke Suriah.
“Lebih baik negara Arab sendiri yang mengintervensi karena alasan kemanusiaan, politik,dan militer. Itu dilakukan untuk menghentikan aksi kekerasan berdarah,” kata Sheikh Hamad di depan Sidang Umum PBB.
Negara barat sebelumnya menekan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur dari jabatanya dan bersama kelompok oposisi bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang telah nyawa ribuan orang.
"Semuanya sudah jelas, hal yang paling efektif yang dapat dilakukan oleh masyarakat internasional saat ini adalah melanjutkan tekanan diplomatik dan ekonomi agar Assad mundur dari jabatanya," terang Panetta.
Panetta mengatakan AS melakukan apa yang bisa mereka lakukan yang berkaitan dengan krisis kemanusiaan dengan membantu menyediakan kebutuhan kemanusiaan yang terus meningkat. Dan ini adalah cara yang paling efektif dalam mengatasi situasi yang terjadi di Suriah.
(aww)