SBY Pimpin pertemuan Panel di New York
Rabu, 26 September 2012 - 16:24 WIB
SBY Pimpin pertemuan Panel di New York
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membahas agenda Pembangunan Pasca 2015 (Panel) dalam pertemuan pertama Panel Tingkat Tinggi Sekjen PBB di New York SBY.
Dalam pertemuan panel SBY bertindak sebagai pemimpin, dimana pertemuan ini dihadiri Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Pertemuan ini merupakan salah satu agenda utama Presiden selama kunjungannya di New York dari 23-28 September 2012.
Seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri Indonesia, Panel yang dibentuk oleh Sekjen PBB tersebut beranggotakan tokoh-tokoh dunia dari kalangan pemerintahan, bisnis maupun masyarakat sipil yang memiliki perhatian besar terhadap agenda pembangunan global.
“Panel ini dibentuk Sekjen PBB untuk menggali masukan dan rekomendasi mengenai strategi pembangunan dunia di masa datang khususnya setelah periode Millennium Development Goals (MDGs) atau dikenal dengan Tujuan Pembangunan Millennium berakhir pada 2015,” ungkap SBY.
Masalah kemiskinan akan menjadi topik paling utama yang dibahas dalam pertemuan pertama Panel. Pengentasan kemiskinan dipandang sebagai common ground yang harus menjadi agenda pembangunan pasca 2015.
“Tujuan utama pembangunan masa depan adalah mengakhiri kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup rakyat,” ungkap SBY.
Guna mencapai tujuan tersebut, Presiden menggarisbawahi pentingnya memajukan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan pemerataan.
“Pembangunan pasca 2015 hendaknya memajukan pembangunan yang berkeseimbangan (equitable development) dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan pemerataan (sustainable growth with equity),” tegas SBY.
Sementara dua pemimpin lain, menilai upaya pengentasan kemiskinan harus diimbangi dengan promosi kesetaraan gender dan dilakukan dengan membangun kemakmuran (prosperity) dan pertumbuhan yang didasarkan pada pembangunan berkelanjutan.
Menyadari kompleksitas tantangan, SBY juga mengusulkan untuk meningkatkan kemitraan global dan kerjasama internasional dalam rangka memajukan pembangunan. Kemitraan tersebut harus diarahkan secara optimal untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keseimbangan sosial dan perlindungan lingkungan.
Pertemuan kedua Panel Tingkat Tinggi Sekjen PBB rencanaya akan digelar di London (1 November 2012), Monrovia (Januari 2013) dan Bali (Maret 2013). Panel diharapkan dapat menyampaikan laporan akhir mengenai rekomendasi bagi pembangunan global masa depan tersebut pada Bulan Mei 2013.
Dalam pertemuan panel SBY bertindak sebagai pemimpin, dimana pertemuan ini dihadiri Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Pertemuan ini merupakan salah satu agenda utama Presiden selama kunjungannya di New York dari 23-28 September 2012.
Seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri Indonesia, Panel yang dibentuk oleh Sekjen PBB tersebut beranggotakan tokoh-tokoh dunia dari kalangan pemerintahan, bisnis maupun masyarakat sipil yang memiliki perhatian besar terhadap agenda pembangunan global.
“Panel ini dibentuk Sekjen PBB untuk menggali masukan dan rekomendasi mengenai strategi pembangunan dunia di masa datang khususnya setelah periode Millennium Development Goals (MDGs) atau dikenal dengan Tujuan Pembangunan Millennium berakhir pada 2015,” ungkap SBY.
Masalah kemiskinan akan menjadi topik paling utama yang dibahas dalam pertemuan pertama Panel. Pengentasan kemiskinan dipandang sebagai common ground yang harus menjadi agenda pembangunan pasca 2015.
“Tujuan utama pembangunan masa depan adalah mengakhiri kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup rakyat,” ungkap SBY.
Guna mencapai tujuan tersebut, Presiden menggarisbawahi pentingnya memajukan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan pemerataan.
“Pembangunan pasca 2015 hendaknya memajukan pembangunan yang berkeseimbangan (equitable development) dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan pemerataan (sustainable growth with equity),” tegas SBY.
Sementara dua pemimpin lain, menilai upaya pengentasan kemiskinan harus diimbangi dengan promosi kesetaraan gender dan dilakukan dengan membangun kemakmuran (prosperity) dan pertumbuhan yang didasarkan pada pembangunan berkelanjutan.
Menyadari kompleksitas tantangan, SBY juga mengusulkan untuk meningkatkan kemitraan global dan kerjasama internasional dalam rangka memajukan pembangunan. Kemitraan tersebut harus diarahkan secara optimal untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keseimbangan sosial dan perlindungan lingkungan.
Pertemuan kedua Panel Tingkat Tinggi Sekjen PBB rencanaya akan digelar di London (1 November 2012), Monrovia (Januari 2013) dan Bali (Maret 2013). Panel diharapkan dapat menyampaikan laporan akhir mengenai rekomendasi bagi pembangunan global masa depan tersebut pada Bulan Mei 2013.
(aww)