Ratusan petinggi militer Turki divonis 20 tahun penjara

Jum'at, 21 September 2012 - 15:59 WIB
Ratusan petinggi militer...
Ratusan petinggi militer Turki divonis 20 tahun penjara
A A A
Sindonews.com - Pengadilan Turki akan memenjatuhkan vonis pada ratusan pejabat militer yang dituduh melawan pemerintahan yang berdasarkan pada islam.

Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Jumat (21/9/2012) Jaksa penuntut mengajukan tuntutan 20 tahun penjara kepada 365 pejabat militer Turki. Jaksa di Pengadilan Turki mengatakan "operasi Sledgehammer" adalah tindakan konspirasi yang untuk memicu terjadinya kudeta militer.

Pernyataan Jaksa dibantah kuasa hukum para pejabat militer, operasi tersebut merupakan latihan militer yang rutin digelar oleh tentara Turki. Militer Turki adalah pihak yang sejak lama menjadi pendukung setia konstitusi sekuler di Turki. Kudeta tersebut merupakan kudeta ketiga di Turki, kudeta sebelumnya terjadi pada 1960 dan 1980.

Meregangnya hubungan antara Partai Keadilan dan Pembangunan AKP pimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dengan militer Turki menjadi pemicu kedua kudeta tersebut.

Kamis lalu, pengadilan di Silivri, dekat Istanbul, mengelarkan kesaksian akhir Jenderal Dogan Cetin, mantan kepala staf angkatan darat Turki. Cetin menyebut persidangan yang telah digelar selama dua tahun tersebut " tidak adil dan tidak sah." Karena pihak pengadilan dia sebagai dalang dari rencana kudeta pada 2003 lalu.

Berdasarkan dukumen persidangan, Cetin mengatakan "Disini kita melihat suatu proses terbuka untuk membuat tentara Mustafa Kemal (Ataturk, pendiri Turki Modern), yang memberikan hidup mereka untuk negara, harus membayar komitmen mereka kepada negraa atas prinsipnya."

Sementara Jendral Bilgin Balanli mengatakan, vonis ini tidak akan berpengaruh pada tentara tentara, malahan akan menyebabkan perlawanan langsung oleh para tentara Turki.

Jaksa menuduh tentara dengan mengatakan, untuk memicu kudeta militer para tentara berencana membom mesjid di Istanbul dan memulai konflik dengan negara tetangga Yunani.

Diluar gedung persidangan para kerabat militer meneriakan slogan dan menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk pemberian dukungan pada para pejabat militer. yang dituduh melawan pemerintahan.

Militer Turki adalah pihak yang sejak lama menjadi pendukung setia konstitusi sekuler di Turki. Kudeta tersebut merupakan kudeta ketiga di Turki, kudeta sebelumnya terjadi pada 1960 dan 1980.

Menegangnya hubungan antara Partai Keadilan dan Pembangunan AKP pimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dengan militer Turki menjadi pemicu kedua kudeta tersebut.

Kamis lalu, pengadilan di Silivri, dekat Istanbul, mengelarkan kesaksian akhir Jenderal Dogan Cetin, mantan kepala staf angkatan darat Turki. Cetin menyebut persidangan yang telah digelar selama dua tahun tersebut " tidak adil dan tidak sah." Karena pihak pengadilan dia sebagai dalang dari rencana kudeta pada 2003 lalu.

Berdasarkan dukumen persidangan, Cetin mengatakan "Disini kita melihat suatu proses terbuka untuk membuat tentara Mustafa Kemal (Ataturk, pendiri Turki Modern), yang memberikan hidup mereka untuk negara, harus membayar komitmen mereka kepada negraa atas prinsipnya."

Sementara Jendral Bilgin Balanli mengatakan, vonis ini tidak akan berpengaruh pada tentara tentara, akan tetapi akan menyebabkan perlawanan langsung oleh para tentara Turki.

Jaksa menuduh tentara dengan mengatakan, untuk memicu kudeta militer para tentara berencana membom mesjid di Istanbul dan memulai konflik dengan negara tetangga Yunani.

Diluar gedung persidangan para kerabat militer meneriakan slogan dan menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk pemberian dukungan pada para pejabat militer.
(aww)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
29 menit yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
1 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
3 jam yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
4 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
6 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Tom Lembong...
5 Alasan Tom Lembong Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved