Romney ejek pendukung Obama

Rabu, 19 September 2012 - 09:40 WIB
Romney ejek pendukung...
Romney ejek pendukung Obama
A A A
Sindonews.com - Calon Presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Mitt Romney menghina para pendukung Barack Obama dalam acara makan malam penggalangan dana.

Ejekan Romney itu terekam dalam video rahasia. Romney mengungkapkan bahwa 47% rakyat AS yang mendukung Obama tidak membayar pajak pendapatan dan tidak akan pernah memilih capres Republik.

“Ada 47% yang mendukung dia (Obama), yang bergantung kepada pemerintah, mereka yang percaya bahwa mereka adalah korban. Mereka yang percaya kalau pemerintah bertanggung jawab untuk menghidupi mereka. Mereka yang percaya kalau mereka bakal mendapatkan jaminan kesehatan, makanan, rumah, dan sebutkan apa saja,” kata Romney dalam video itu, dikutip AFP.

“Mereka adalah orangorang yang tidak membayar pajak penghasilan.Pesan kita soal pajak rendah tidak akan sampai.Saya tidak akan pernah dapat meyakinkan mereka bahwa mereka harus bertanggung jawab atas diri mereka sendiri, dan mengurus sendiri hidup mereka,” imbuh Romney.

Dalam video itu, Romney juga mencemooh Obama.“Karena mereka (pendukung independen yang memilih Obama) memilihnya, mereka tidak akan mengatakan bahwa mereka salah.Dia (Obama) itu lelaki yang buruk yang melakukan sesuatu yang buruk. Dia pun korup,”katanya.

Video itu diunggah majalah liberal Mother Jones dalam situsnya. Mereka juga mengaburkan identitas orang-orang yang ikut dalam acara makan malam yang direkam video tersebut. Lokasi tempat video itu juga dirahasiakan untuk melindungi sumber pembocornya.

Bocornya video rahasia itu sangat menampar tim kampanye Romney, 50 hari sebelum pemilu presiden 6 November. Manajer Kampanye Obama, Jim Messina,langsung menyerang Romney.

“Sungguh mengejutkan ketika seorang kandidat Presiden AS yang masuk ke ruangan tertutup dan mendeklarasikan kepada sekelompok donatur kaya bahwa setengah dari warga Amerika menganggap diri mereka sebagai korban, berhak atas sedekah, dan tidak mau bertanggung jawab atas kehidupan mereka,” kata Messina.

Mesina menegaskan,sangat sulit bagi seorang presiden bagi semua rakyat Amerika ketika menghina dan mencoret separuh bangsanya sendiri. Sementara,Romney menegaskan pernyataannya tidak semestinya dipaparkan. Namun, dia tidak mencabut semua pidatonya tersebut.

“Biarkan saya meletakkan sesuai dengan jalurnya. Saya yakin saya dapat menyatakan itu lebih jelas dan lebih efektif dibandingkan ketika saya melakukan dengan lokasi seperti itu,” kata Romney berkomentar mengenai videonya.

Meskipun demikian, Romney akan tetap maju pada pemilu 6 November mendatang. “Sejujurnya, diskusi saya mengenai menurunkan pajak bukan hal yang menarik bagi mereka (donatur kaya),” kata Romney dalam video barunya sebagai balasan atas bocornya video rahasia itu.

Menurut Romney,bocornya video itu sebagai proses politik untuk memenangkan pemilu. “Tentunya,saya akan membeli semua rakyat Amerika yang memiliki masa depan cerah dan sejahtera,” tegasnya.

Para pendukung Partai Republik tetap membela Romney. Namun, Reince Priebus, Ketua Komite Nasional Republikan, meluncurkan pembelaan atas video itu.

“Saya pikir itu sangat jelas bahwa salah satu isu penting Amerika adalah memutuskan seperti apa Amerika yang kamu inginkan,”bela Priebus yang juga mengejek program sosial pemerintahan Obama yang justru menggali liang kubur.

“Kita menjadi masyarakat yang selalu tergantung di negara ini,” kata Priebus kepada CNN. Tim kampanye Republik berupaya meyakinkan publik bahwa bocornya video rahasia itu tidak banyak berpengaruh.
(aww)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Berita Terkini
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
26 menit yang lalu
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
54 menit yang lalu
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
1 jam yang lalu
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
11 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
12 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Pendukung Bashar...
3 Negara Pendukung Bashar al-Assad, Salah Satunya Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved