Jepang-AS bangun sistem pertahanan rudal ke-2
Senin, 17 September 2012 - 19:15 WIB
Jepang-AS bangun sistem pertahanan rudal ke-2
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Jepang sepakat untuk membentuk sistem pertahahan rudal kedua dengan Amerika Serikat (AS) untuk menanggapi ancaman rudal balistik Korea Utara.
"Sistem pertahanan rudal ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan Jepang. Kami mengerahkan pasukan kami, sementara AS dari tanah airnya akan membantu menghadapi ancaman rudal balistik Korea Utara," ungkap Menteri Pertahanan AS Leon Panetta seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin (17/9/2012).
Kesepakatan kerja sama pembentukan sistem pertahanan rudal itu ditandatangani oleh Panetta dan Menteri Pertahanan Jepang Satoshi Morimoto di Tokyo, Jepang.
Kedua belah pihak menegaskan sistem pertahanan ini tidak ditujukan bagi China. Seperti dikatahui hubungan diplomatik antara Tokyo dan Beijing meruncing sejak Jepang memutuskan membeli pulau Diaoyu di laut China Timur.
April lalu, Korut melakukan uji coba peluncuran satelit ke orbit. Namun sejumlah pihak menyakini tindakan tersebut merupakan ujicoba teknologi peluncuran roket jarak jauh dengan kedok peluncuran satelit ke orbit.
Pemerintah AS dan Jepang sejak bertahun-tahun lalu telah menjalin kerja sama sistem pertahanan rudal. Kami meningkatkan kerja sama di bidang militer dengan pembentukan sistem pertahanan rudal kedua untuk membantu kapal Jepang melindung wilayah mereka.
Namun, kedua belah pihak belum menentukan lokasi pembentukan sistem pertahanan rudal tersebut.
Panetta dan Morimoto juga sempat membahas rencana penyebaran pesawat militer Osprey di Okinawa. Rencana penyebaran ini sempat diprotes ribuan warga Jepang. Mereka menilai Osprey akan menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga sipil.
Kunjungan Menteri Pertahanan AS ke Jepang merupakan bagian dari jadwal tur seminggunya ke Asia. Dimana Panetta dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan ke China dan Selandia Baru.
"Sistem pertahanan rudal ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan Jepang. Kami mengerahkan pasukan kami, sementara AS dari tanah airnya akan membantu menghadapi ancaman rudal balistik Korea Utara," ungkap Menteri Pertahanan AS Leon Panetta seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin (17/9/2012).
Kesepakatan kerja sama pembentukan sistem pertahanan rudal itu ditandatangani oleh Panetta dan Menteri Pertahanan Jepang Satoshi Morimoto di Tokyo, Jepang.
Kedua belah pihak menegaskan sistem pertahanan ini tidak ditujukan bagi China. Seperti dikatahui hubungan diplomatik antara Tokyo dan Beijing meruncing sejak Jepang memutuskan membeli pulau Diaoyu di laut China Timur.
April lalu, Korut melakukan uji coba peluncuran satelit ke orbit. Namun sejumlah pihak menyakini tindakan tersebut merupakan ujicoba teknologi peluncuran roket jarak jauh dengan kedok peluncuran satelit ke orbit.
Pemerintah AS dan Jepang sejak bertahun-tahun lalu telah menjalin kerja sama sistem pertahanan rudal. Kami meningkatkan kerja sama di bidang militer dengan pembentukan sistem pertahanan rudal kedua untuk membantu kapal Jepang melindung wilayah mereka.
Namun, kedua belah pihak belum menentukan lokasi pembentukan sistem pertahanan rudal tersebut.
Panetta dan Morimoto juga sempat membahas rencana penyebaran pesawat militer Osprey di Okinawa. Rencana penyebaran ini sempat diprotes ribuan warga Jepang. Mereka menilai Osprey akan menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga sipil.
Kunjungan Menteri Pertahanan AS ke Jepang merupakan bagian dari jadwal tur seminggunya ke Asia. Dimana Panetta dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan ke China dan Selandia Baru.
(aww)