Wabah Ebola di Kongo makin tak terkendali
Jum'at, 14 September 2012 - 15:11 WIB
Wabah Ebola di Kongo makin tak terkendali
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 31 orang warga Kongo dilaporkan tewas akibat mewabahnya virus Ebola. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperingatkan virus ini bisa menjangkiti warga yang tinggal di kota kota besar.
Epidemi ini mulai berkembang di Provinsi Orientale, Kongo utara 17 Agustus lalu. Wabah ini sangat menular dan membunuh lebih dari 90 persen penduduk yang terinfeksi.
"Perkembangan virus ini sangat serius dan tidak terkendali," ungkap staf WHO, Eugene Kabambi seperti diberitakan BBC, Jumat (14/9/2012).
Sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk menyembuhkan penyakit yang ditularkan melalui kontak antar individu yang terlalu dekat. Pasien yang tertular akan mengalami pendarahan hebat.
Namun, pasien dapat dirawat dengan antibiotik bila menunjukkan gejala terkena virus Ebola, antara lain demam mendadak, kelemahan, muntah sakit kepala, dan masalah ginjal.
Wabah Ebola berpusat pada kota Isoro dan Viadana, jumlah korban dalam sepekan bertambah dua kali lipat, menjadi 31 orang. Tercatat lebih dari lima petugas kesehatan tewas akibat tertular penyakit ini.
"Wabah sudah tidak terkendali. Situasi menjadi sangat, sangat serius," tegas Kabambi dari Ibu Kota Kinshasa.
"Jika tidak ada tindakan, penyakit ini akan menjangkau berbagai tempat di wilayah lain bahkan kota kota besar juga terancam," terang Kabambi.
Ahli epidemiologi dari MSF, Dr Paulus Roddy dari Badan amal medis Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan, virus Ebola disebarkan melalui beberapa hewan, misalnya kelelawar dan monyet. Ebola menular dari daging hewan yang dikonsumsi para pemburu.
Epidemi ini mulai berkembang di Provinsi Orientale, Kongo utara 17 Agustus lalu. Wabah ini sangat menular dan membunuh lebih dari 90 persen penduduk yang terinfeksi.
"Perkembangan virus ini sangat serius dan tidak terkendali," ungkap staf WHO, Eugene Kabambi seperti diberitakan BBC, Jumat (14/9/2012).
Sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk menyembuhkan penyakit yang ditularkan melalui kontak antar individu yang terlalu dekat. Pasien yang tertular akan mengalami pendarahan hebat.
Namun, pasien dapat dirawat dengan antibiotik bila menunjukkan gejala terkena virus Ebola, antara lain demam mendadak, kelemahan, muntah sakit kepala, dan masalah ginjal.
Wabah Ebola berpusat pada kota Isoro dan Viadana, jumlah korban dalam sepekan bertambah dua kali lipat, menjadi 31 orang. Tercatat lebih dari lima petugas kesehatan tewas akibat tertular penyakit ini.
"Wabah sudah tidak terkendali. Situasi menjadi sangat, sangat serius," tegas Kabambi dari Ibu Kota Kinshasa.
"Jika tidak ada tindakan, penyakit ini akan menjangkau berbagai tempat di wilayah lain bahkan kota kota besar juga terancam," terang Kabambi.
Ahli epidemiologi dari MSF, Dr Paulus Roddy dari Badan amal medis Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan, virus Ebola disebarkan melalui beberapa hewan, misalnya kelelawar dan monyet. Ebola menular dari daging hewan yang dikonsumsi para pemburu.
(aww)