Baru Dilantik, dubes Jepang untuk China pingsan di jalan
Jum'at, 14 September 2012 - 08:39 WIB
Baru Dilantik, dubes Jepang untuk China pingsan di jalan
A
A
A
Sindonews.com - Duta Besar Jepang untuk China, Shinichi Nishimiya, kemarin dilaporkan pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Laporan media menyebutkan Nishimiya roboh dan tak sadarkan diri. Insiden pingsan itu hanya berselang beberapa hari setelah Nishimiya dilantik pada Selasa (11/9).
Jiji Press melaporkan Nishimiya pingsan di jalanan di dekat rumahnya di distrik Shibuya, Tokyo .Kyodo News melaporkan sang dubes masih tidak sadarkan diri. Seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Jepang menyebutkan Nishimiya,60,menderita sakit.
”Kita mengetahui Dubes Nishimiya dirawat di rumah sakit pagi ini (kemarin) karena kesehatan yang memburuk. Tapi kita belum mendapatkan informasi detail,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya.
Dia juga tidak mengetahui persis insiden tersebut. Jiji Press mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan menyatakan tidak memperkirakan adanya skenario buruk dalam insiden itu. Pasalnya, ada kekhawatiran di mana Nishimiya saat ini sedang menangani ketegangan teritorial di Laut China Timur.
Nishimiya merupakan diplomat karier yang menggantikan Uichiro Niwa.Niwa dikenal sebagai pengusaha yang memicu kemarahan rakyat Jepang karena dia menyindir upaya pembelian pulau sengketa oleh Gubernur Tokyo itu dapat memicu krisis antara China dan Jepang serta merusak hubungan ekonomi kedua negara.
Penunjukan Nishimiya oleh pemerintahan Jepang setelah mereka membeli tiga pulau yang dipersengketakan dengan China. Pulau itu disebut rakyat Jepang dengan nama Senkaku dan diklaim oleh China sebagai Diaoyu.Kepulauan itu terletak hanya 200 km dari Taiwan dan dipercaya memiliki kandungan mineral melimpah.
Sementara dari Beijing, China kemarin memperingatkan bahwa iklim perdagangan dengan Jepang bakal rusak akibat ketegangan antara dua kekuatan ekonomi Asia itu.
“Dengan pembelian pulau sengketa, semakin sulit untuk menghindari konsekuensi negatif bagi hubungan ekonomi Jepang-China,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jiang Zengwei seperti dikutip Reuters.
Jiang juga mengungkapkan pemerintah tidak menganggap suatu hal yang salah dengan boikot terhadap produk Jepang. China dikenal sebagai pasar yang sangat besar bagi industri mobil dan elektronik dari Jepang. National Business Daily juga melaporkan banyak biro perjalanan wisata yang membatalkan tur dan kunjungan ke Jepang.
“Saya belum melihat aksi berlebihan yang dilakukan konsumen China sebagai bentuk respons terhadap pelanggaran kedaulatan teritorial China yang dilakukan Jepang,” kata Jiang. “
Jika masyarakat China mengekspresikan pandangan dengan cara yang rasional, saya pikir itu adalah hak mereka.”
Sementara para demonstran kemarin menggelar aksi di depan Kedutaan Jepang di Beijing. Mereka mengibarkan bendera China dan memasang spanduk yang berisi mengecam aksi Jepang membeli pulau sengketa.
Para pengunjuk rasa juga menyanyikan lagu kebangsaan China. “Jatuhkan imperialisme Jepang. Boikot produk Jepang,” demikian teriakan para demonstran.
Laporan media menyebutkan Nishimiya roboh dan tak sadarkan diri. Insiden pingsan itu hanya berselang beberapa hari setelah Nishimiya dilantik pada Selasa (11/9).
Jiji Press melaporkan Nishimiya pingsan di jalanan di dekat rumahnya di distrik Shibuya, Tokyo .Kyodo News melaporkan sang dubes masih tidak sadarkan diri. Seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Jepang menyebutkan Nishimiya,60,menderita sakit.
”Kita mengetahui Dubes Nishimiya dirawat di rumah sakit pagi ini (kemarin) karena kesehatan yang memburuk. Tapi kita belum mendapatkan informasi detail,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya.
Dia juga tidak mengetahui persis insiden tersebut. Jiji Press mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan menyatakan tidak memperkirakan adanya skenario buruk dalam insiden itu. Pasalnya, ada kekhawatiran di mana Nishimiya saat ini sedang menangani ketegangan teritorial di Laut China Timur.
Nishimiya merupakan diplomat karier yang menggantikan Uichiro Niwa.Niwa dikenal sebagai pengusaha yang memicu kemarahan rakyat Jepang karena dia menyindir upaya pembelian pulau sengketa oleh Gubernur Tokyo itu dapat memicu krisis antara China dan Jepang serta merusak hubungan ekonomi kedua negara.
Penunjukan Nishimiya oleh pemerintahan Jepang setelah mereka membeli tiga pulau yang dipersengketakan dengan China. Pulau itu disebut rakyat Jepang dengan nama Senkaku dan diklaim oleh China sebagai Diaoyu.Kepulauan itu terletak hanya 200 km dari Taiwan dan dipercaya memiliki kandungan mineral melimpah.
Sementara dari Beijing, China kemarin memperingatkan bahwa iklim perdagangan dengan Jepang bakal rusak akibat ketegangan antara dua kekuatan ekonomi Asia itu.
“Dengan pembelian pulau sengketa, semakin sulit untuk menghindari konsekuensi negatif bagi hubungan ekonomi Jepang-China,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jiang Zengwei seperti dikutip Reuters.
Jiang juga mengungkapkan pemerintah tidak menganggap suatu hal yang salah dengan boikot terhadap produk Jepang. China dikenal sebagai pasar yang sangat besar bagi industri mobil dan elektronik dari Jepang. National Business Daily juga melaporkan banyak biro perjalanan wisata yang membatalkan tur dan kunjungan ke Jepang.
“Saya belum melihat aksi berlebihan yang dilakukan konsumen China sebagai bentuk respons terhadap pelanggaran kedaulatan teritorial China yang dilakukan Jepang,” kata Jiang. “
Jika masyarakat China mengekspresikan pandangan dengan cara yang rasional, saya pikir itu adalah hak mereka.”
Sementara para demonstran kemarin menggelar aksi di depan Kedutaan Jepang di Beijing. Mereka mengibarkan bendera China dan memasang spanduk yang berisi mengecam aksi Jepang membeli pulau sengketa.
Para pengunjuk rasa juga menyanyikan lagu kebangsaan China. “Jatuhkan imperialisme Jepang. Boikot produk Jepang,” demikian teriakan para demonstran.
(aww)