Kedutaan AS di Mesir diserbu demonstran
Rabu, 12 September 2012 - 16:12 WIB
Kedutaan AS di Mesir diserbu demonstran
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 3.000 orang demonstran dari gerakan Salafi melangsungkan aksi protes di depan gedung konsulat Amerika Serikat (AS) di Kairo, Mesir terkait kontroversi film amatir yang diproduksi oleh Sam Bacile, warga California, AS.
Seperti dilansir dari beberapa situs berita internasional, para pengunjuk rasa memprotes film yang dapat diakses secara online tersebut karena dianggap menghina Nabi Muhammad S.A.W.
Lusinan orang berhasil memanjat dinding kedutaan, salah satu dari mereka merobohkan bendera AS yang berkibar setengah tiang untuk memperingati serangan 9/11 dan menggantinya dengan spanduk Islam bertuliskan tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Para demostran juga mencoret dinding luar konsulat dengan tulisan "Tidak ada Tuhan selain Allah".
"Baik Muslim dan Kristen berpartisipasi dalam protes atas penghinaan terhadap Islam," ungkap salah satu pengunjuk rasa seperti dilansir Associated Press, Rabu (12/9/2012).
"Kami dengan tegas menolak tindakan penyalahgunaan hak universal kebebasan berbicara yang menyakiti kepercayaan agama orang lain," ungkap salah seorang demonstran lainnya seperti dikutip Al-Jazeera, Rabu (12/9/2012).
Tidak seperti protes yang dilakukan di Libya, aksi ini tidak ada laporan korban tewas. Pemerintah Mesir langsung menerjunkan ribuan polisi anti huru hara untuk mengamankan gedung konsulat AS di Kairo.
Para demonstran yang sebagian besar berasal gerakan Salafi ultra-konservatif mengatakan mereka tidak akan membubarkan aksi mereka jika AS tidak menarik film tersebut dari peredaran.
Namun, beberapa pengunjuk rasa ahkrinya membubarkan diri setelah polisi Mesir turun tangan dan membujuk mereka turun dari gedung konsulat AS.
Diberitakan sebelumnya, atas kasus yang sama, seorang staf konsulat Amerika Serikat (AS) tewas saat bentrok sengit antara sekelompok orang bersenjata dan militer Libya di depan gedung konsulat AS di Benghazi, Libya timur.
"Salah seorang staf AS tewas sementara sejumlah orang menderita luka-luka dalam bentrok di depan gedung konsulat Amerika Serikat," ungkap juru bicara Komite Keamanan Tinggi Libya, Abdel-Monem Al-Hurr seperti diberitakan Al-Jazeera, Rabu (12/9/2012).
Al-Hurr mengatakan para demonstran melemparkan bom molotov dan tembakan ke gedung konsulat AS di Benghazi dari lokasi pertanian di sekitar gedung.
Seperti dilansir dari beberapa situs berita internasional, para pengunjuk rasa memprotes film yang dapat diakses secara online tersebut karena dianggap menghina Nabi Muhammad S.A.W.
Lusinan orang berhasil memanjat dinding kedutaan, salah satu dari mereka merobohkan bendera AS yang berkibar setengah tiang untuk memperingati serangan 9/11 dan menggantinya dengan spanduk Islam bertuliskan tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Para demostran juga mencoret dinding luar konsulat dengan tulisan "Tidak ada Tuhan selain Allah".
"Baik Muslim dan Kristen berpartisipasi dalam protes atas penghinaan terhadap Islam," ungkap salah satu pengunjuk rasa seperti dilansir Associated Press, Rabu (12/9/2012).
"Kami dengan tegas menolak tindakan penyalahgunaan hak universal kebebasan berbicara yang menyakiti kepercayaan agama orang lain," ungkap salah seorang demonstran lainnya seperti dikutip Al-Jazeera, Rabu (12/9/2012).
Tidak seperti protes yang dilakukan di Libya, aksi ini tidak ada laporan korban tewas. Pemerintah Mesir langsung menerjunkan ribuan polisi anti huru hara untuk mengamankan gedung konsulat AS di Kairo.
Para demonstran yang sebagian besar berasal gerakan Salafi ultra-konservatif mengatakan mereka tidak akan membubarkan aksi mereka jika AS tidak menarik film tersebut dari peredaran.
Namun, beberapa pengunjuk rasa ahkrinya membubarkan diri setelah polisi Mesir turun tangan dan membujuk mereka turun dari gedung konsulat AS.
Diberitakan sebelumnya, atas kasus yang sama, seorang staf konsulat Amerika Serikat (AS) tewas saat bentrok sengit antara sekelompok orang bersenjata dan militer Libya di depan gedung konsulat AS di Benghazi, Libya timur.
"Salah seorang staf AS tewas sementara sejumlah orang menderita luka-luka dalam bentrok di depan gedung konsulat Amerika Serikat," ungkap juru bicara Komite Keamanan Tinggi Libya, Abdel-Monem Al-Hurr seperti diberitakan Al-Jazeera, Rabu (12/9/2012).
Al-Hurr mengatakan para demonstran melemparkan bom molotov dan tembakan ke gedung konsulat AS di Benghazi dari lokasi pertanian di sekitar gedung.
(aww)