Serangan bom mobil tewaskan 27 warga Suriah
Senin, 10 September 2012 - 12:35 WIB
Serangan bom mobil tewaskan 27 warga Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Sedikitnya 27 orang dilaporkan tewas sementara 40 orang menderita luka-luka setelah sebuah bom mobil meledak di Aleppo, Suriah, Minggu malam.
Seperti diberitakan SANA, media Pemerintah Suriah, Senin (10/9/2012), sebuah mobil yang sarat dengan muatan bahan peledak meledak di dekat lingkungan al-Malab al-Baladi dekat dengan Rumah Sakit al-Hayat. Sejumlah bangunan yang berada di sekitar lokasi ledakan rusak, termaksuk sebuah bangunan sekolah dasar.
Sejak militer Suriah dan pasukan pemberontak aktif melakukan kontak senjata Juli lalu, pemberontak Suriah terus melancarkan serangan habis-habisan ke sejumlah wilayah komersial Suriah.
Pemberontak mengatakan, serangan ini dilakukan untuk mengubah wilayah Aleppo menjadi wilayah "Benghazi-nya Suriah," merujuk pada sebuah wilayah yang dikuasai olek kelompok oposisi Libya di bagian timur saat pemberontak melawan mantan Presiden Moammar Gaddafi.
Ledakan terjadi beberapa jam setelah seorang pemimpin militan Yordania Mohammad al-Shalabi, yang terkait dengan al-Qaeda memperingatkan, kelompok ekstremis itu akan meluncurkan "serangan mematikan" untuk membantu pemberontak menggulingkan Assad di Suriah.
Dalam pidatonya al-Shalabi di hadapan 200 masa yang menggelar protes di luar kantor Perdana Menteri di Amman, al-Shalabi mangatakan, “Kami datang untuk mendapatkan Anda.”
Peringatan itu memicu kekhawatiran bahwa perang sipil Suriah telah menjadi sebuah forum baru bagi para pejuang asing. Merujuk pada aksi perjuangan bersama kelompok pemberontak Sunni pasca invasi Irak tahun 2003 dan pengiriman pasukan bantun bagi militan Taliban di Afghanistan.
Seperti diberitakan SANA, media Pemerintah Suriah, Senin (10/9/2012), sebuah mobil yang sarat dengan muatan bahan peledak meledak di dekat lingkungan al-Malab al-Baladi dekat dengan Rumah Sakit al-Hayat. Sejumlah bangunan yang berada di sekitar lokasi ledakan rusak, termaksuk sebuah bangunan sekolah dasar.
Sejak militer Suriah dan pasukan pemberontak aktif melakukan kontak senjata Juli lalu, pemberontak Suriah terus melancarkan serangan habis-habisan ke sejumlah wilayah komersial Suriah.
Pemberontak mengatakan, serangan ini dilakukan untuk mengubah wilayah Aleppo menjadi wilayah "Benghazi-nya Suriah," merujuk pada sebuah wilayah yang dikuasai olek kelompok oposisi Libya di bagian timur saat pemberontak melawan mantan Presiden Moammar Gaddafi.
Ledakan terjadi beberapa jam setelah seorang pemimpin militan Yordania Mohammad al-Shalabi, yang terkait dengan al-Qaeda memperingatkan, kelompok ekstremis itu akan meluncurkan "serangan mematikan" untuk membantu pemberontak menggulingkan Assad di Suriah.
Dalam pidatonya al-Shalabi di hadapan 200 masa yang menggelar protes di luar kantor Perdana Menteri di Amman, al-Shalabi mangatakan, “Kami datang untuk mendapatkan Anda.”
Peringatan itu memicu kekhawatiran bahwa perang sipil Suriah telah menjadi sebuah forum baru bagi para pejuang asing. Merujuk pada aksi perjuangan bersama kelompok pemberontak Sunni pasca invasi Irak tahun 2003 dan pengiriman pasukan bantun bagi militan Taliban di Afghanistan.
(hyk)