Polisi kembali periksa adik korban
Senin, 10 September 2012 - 10:32 WIB
Polisi kembali periksa adik korban
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Inggris kemarin kembali memeriksa saudara laki-laki Saad al-Hilli, 50, yang menjadi korban pembunuhan sadis bersama istri dan ibu mertuanya di lokasi wisata Pegungan Alpen, Prancis, pertengahan pekan lalu.
Adik Saad,Zaid,yang sudah berbicara kepada polisi pada Sabtu (8/9) akan menghadapi pertanyaan yang lebih serius. Sementara, para detektif di Prancis akan memeriksa beberapa kolega kerja al-Hilli setelah menemukan bahwa korban dibunuh saat sedang mengerjakan sebuah kontrak rahasia untuk salah satu perusahaan pertahanan terbesar di Eropa.
The Daily Mail melaporkan, fokus pemeriksaan akan diubah ke Surrey Satellites Technology Limited (SSTL) di dekat Guilford pekan ini ketika gendarmeri akan memeriksa kolega kerja untuk tahu apakah pekerjaan al- Hilli telah membuatnya menjadi target pembunuhan.
Al-Hilli adalah bagian dari sebuah tim yang terlibat dalam proyek yang belum diungkapkan yang punya kaitan dengan raksasa pertahanan Eropa, EADS, yang memiliki kontrak dengan Rusia, China dan Kementerian Pertahanan. STTL, yang diakuisisi EADS pada 2008 telah meningkatkan level keamanan sejak pembunuhan itu,dengan para rekan kerja dilarang membahas tragedi tersebut.
Al-Hilli, seorang kontraktor sipil, telah bekerja sebagai insinyur desain teknis di STTL selama dua tahun belakangan dan dikenal para rekan kerjanya. Kini, polisi Inggris dan Prancis akan berusaha menyelidiki bisnisnya dan kemungkinan bahwa pekerjaannya yang sensitif terkait penembakan sadis itu. Salah satunya adalah bahwa al-Hilli memiliki akses informasi yang berharga bagi kompetitor atau mungkin dia menjadi korban pengancaman.
Polisi juga telah melakukan penggeledahan di rumah al- Hilli di Claygate, Surrey, sementara dua anggota keluarga besar al-Hilli telah tiba di Prancis untuk mengunjungi putri al- Hilli, Zeena(4) yang selamat dari tragedi itu, dan Zainab (7) yang berada dalam kondisi koma setelah menderita retak tengkorak kepala saat tragedi itu terjadi.
Menurut sumber polisi, Zeena akan kembali ke Inggris bersama paman dan bibinya. Dari hasil autopsi korban penembakan, diketahui bahwa masing-masing korban ditembak dua kali di kepalanya.
“Keempatnya tewas setelah ditembus beberapa peluru dan keempatnya terkena dua kali di kepala,” ungkap jaksa penuntut Eric Maillaud kepada wartawan di resor tepi danau Annecy di dekat tempat penembakan mengerikan yang terjadi Rabu lalu, seperti dikutip BBC.
“Seluruh adegan itu dimainkan dalam waktu yang sangat,sangat singkat.” Maillaud juga mengungkapkan, saat ini, lima gendarmeri yang dipimpin Kolonel Marc de Tarle telah berada di Inggris untuk bekerja pada kasus ini, meskipun mereka tidak semua mengunjungi rumah keluarga korban.
Adik Saad,Zaid,yang sudah berbicara kepada polisi pada Sabtu (8/9) akan menghadapi pertanyaan yang lebih serius. Sementara, para detektif di Prancis akan memeriksa beberapa kolega kerja al-Hilli setelah menemukan bahwa korban dibunuh saat sedang mengerjakan sebuah kontrak rahasia untuk salah satu perusahaan pertahanan terbesar di Eropa.
The Daily Mail melaporkan, fokus pemeriksaan akan diubah ke Surrey Satellites Technology Limited (SSTL) di dekat Guilford pekan ini ketika gendarmeri akan memeriksa kolega kerja untuk tahu apakah pekerjaan al- Hilli telah membuatnya menjadi target pembunuhan.
Al-Hilli adalah bagian dari sebuah tim yang terlibat dalam proyek yang belum diungkapkan yang punya kaitan dengan raksasa pertahanan Eropa, EADS, yang memiliki kontrak dengan Rusia, China dan Kementerian Pertahanan. STTL, yang diakuisisi EADS pada 2008 telah meningkatkan level keamanan sejak pembunuhan itu,dengan para rekan kerja dilarang membahas tragedi tersebut.
Al-Hilli, seorang kontraktor sipil, telah bekerja sebagai insinyur desain teknis di STTL selama dua tahun belakangan dan dikenal para rekan kerjanya. Kini, polisi Inggris dan Prancis akan berusaha menyelidiki bisnisnya dan kemungkinan bahwa pekerjaannya yang sensitif terkait penembakan sadis itu. Salah satunya adalah bahwa al-Hilli memiliki akses informasi yang berharga bagi kompetitor atau mungkin dia menjadi korban pengancaman.
Polisi juga telah melakukan penggeledahan di rumah al- Hilli di Claygate, Surrey, sementara dua anggota keluarga besar al-Hilli telah tiba di Prancis untuk mengunjungi putri al- Hilli, Zeena(4) yang selamat dari tragedi itu, dan Zainab (7) yang berada dalam kondisi koma setelah menderita retak tengkorak kepala saat tragedi itu terjadi.
Menurut sumber polisi, Zeena akan kembali ke Inggris bersama paman dan bibinya. Dari hasil autopsi korban penembakan, diketahui bahwa masing-masing korban ditembak dua kali di kepalanya.
“Keempatnya tewas setelah ditembus beberapa peluru dan keempatnya terkena dua kali di kepala,” ungkap jaksa penuntut Eric Maillaud kepada wartawan di resor tepi danau Annecy di dekat tempat penembakan mengerikan yang terjadi Rabu lalu, seperti dikutip BBC.
“Seluruh adegan itu dimainkan dalam waktu yang sangat,sangat singkat.” Maillaud juga mengungkapkan, saat ini, lima gendarmeri yang dipimpin Kolonel Marc de Tarle telah berada di Inggris untuk bekerja pada kasus ini, meskipun mereka tidak semua mengunjungi rumah keluarga korban.
(hyk)