Kolumbia tolak gencatan senjata dengan FARC
Jum'at, 07 September 2012 - 13:20 WIB
Kolumbia tolak gencatan senjata dengan FARC
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Kolumbia, Juan Manuel Santos menolak seruan gencatan senjata yang diajukan oleh kelompok pemberontak Kolumbia, Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC).
"Tidak akan ada gencatan senjata. Kami tidak akan memberikan apapun sampai kami akhirnya membuat kesepakatan " tegas Santos saat berada di pangkalan militer di pusat kota Kolombia seperti diberitakan BBC, Kamis (7/9/2012).
Santos menjelaskan Pemerintah Kolumbia tidak akan menurunkan penjagaan keamanaan sebelum perundingan damai pertama antara pemerintah Kolumbia dan FARC di gelar Oktober mendatang di Oslo, Norwegia. Militer Kolumbia akan terus menggelar operasi melawan FARC.
Pemerintah Kolumbia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, merujuk pada kegagalan perundingan damai pada 2002 lalu yang akhirnya memberikan kesempatan bagi kelompok tersebut kembali berkumpul dan memperkuat kelompok tersebut.
Penolakan Presiden Kolumbia disampaikan setelah salah seorang petinggu FARC Komandan Mauricio Jaramillo mengatakan FARC berkomiten menyerahkan senjata dan melakukan demobilisasi pasukan FARC.
"Kami segera mengusulkan gencatan senjata saat kami memutuskan unutk berunding diatas meja. Dan kami selalu mencari perdamaian." ungkap Jaramillo.
Dalam kesempatan tersebut, petinggi yang juga dikenal sebagai dokter ini membantah tuduhan FARC terlibat dalam bisnis perdagangan narkoba. Ia menegaskan FARC tidak lagi melakukan aksi penculikan untuk mendapatkan uang.
"Tidak akan ada gencatan senjata. Kami tidak akan memberikan apapun sampai kami akhirnya membuat kesepakatan " tegas Santos saat berada di pangkalan militer di pusat kota Kolombia seperti diberitakan BBC, Kamis (7/9/2012).
Santos menjelaskan Pemerintah Kolumbia tidak akan menurunkan penjagaan keamanaan sebelum perundingan damai pertama antara pemerintah Kolumbia dan FARC di gelar Oktober mendatang di Oslo, Norwegia. Militer Kolumbia akan terus menggelar operasi melawan FARC.
Pemerintah Kolumbia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, merujuk pada kegagalan perundingan damai pada 2002 lalu yang akhirnya memberikan kesempatan bagi kelompok tersebut kembali berkumpul dan memperkuat kelompok tersebut.
Penolakan Presiden Kolumbia disampaikan setelah salah seorang petinggu FARC Komandan Mauricio Jaramillo mengatakan FARC berkomiten menyerahkan senjata dan melakukan demobilisasi pasukan FARC.
"Kami segera mengusulkan gencatan senjata saat kami memutuskan unutk berunding diatas meja. Dan kami selalu mencari perdamaian." ungkap Jaramillo.
Dalam kesempatan tersebut, petinggi yang juga dikenal sebagai dokter ini membantah tuduhan FARC terlibat dalam bisnis perdagangan narkoba. Ia menegaskan FARC tidak lagi melakukan aksi penculikan untuk mendapatkan uang.
()