Pabrik kembang api meledak, 54 orang tewas
Kamis, 06 September 2012 - 13:17 WIB
Pabrik kembang api meledak, 54 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 54 orang dilaporkan tewas saat sebuah pabrik kembang api di Tamil Nudu, India bagian selatan dilanda kebakaran dahsyat, Rabu 6 September kemarin.
"Lebih dari 70 orang menderita luka serius, mereka kini sedang berjuang bertahan hidup di rumah sakit setempat di wilayah Sivakasi. Kemungkinan besar jumlah korban tewas akan terus bertambah," ungkap petugas kepolisian setempat seperti diberitakan Xinhua, Kamis (6/9/2012).
Kebakaran di pabrik kembang api Om Siva Shakti terjadi pukul 00.30 dini hari waktu setempat. Sedikitnya 15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.
Diduga, sedikitnya 300 orang berada di 40 ruangan terpisah dalam Pabrik Om Siva Shakti saat kebakaran terjadi. Sebagian besar korban tewas meninggal karena menggalami gangguan pernapasan, sebagian lainya meninggal saat berada dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Inspektur polisi setempat, Najmul Hoda mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab ledakan ini. Namun, sehari sebelum ledakan terjadi lisensi pabrik kembang api ini telah ditangguhkan karena adanya pelanggaran keamanan.
Sementara itu, Perdana Menteri India Manmohan Singh telah mengecam kejadian ini dan mengumumkan pemberian kompensasi bagi mereka yang tewas maupun yang terluka.
"Lebih dari 70 orang menderita luka serius, mereka kini sedang berjuang bertahan hidup di rumah sakit setempat di wilayah Sivakasi. Kemungkinan besar jumlah korban tewas akan terus bertambah," ungkap petugas kepolisian setempat seperti diberitakan Xinhua, Kamis (6/9/2012).
Kebakaran di pabrik kembang api Om Siva Shakti terjadi pukul 00.30 dini hari waktu setempat. Sedikitnya 15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.
Diduga, sedikitnya 300 orang berada di 40 ruangan terpisah dalam Pabrik Om Siva Shakti saat kebakaran terjadi. Sebagian besar korban tewas meninggal karena menggalami gangguan pernapasan, sebagian lainya meninggal saat berada dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Inspektur polisi setempat, Najmul Hoda mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab ledakan ini. Namun, sehari sebelum ledakan terjadi lisensi pabrik kembang api ini telah ditangguhkan karena adanya pelanggaran keamanan.
Sementara itu, Perdana Menteri India Manmohan Singh telah mengecam kejadian ini dan mengumumkan pemberian kompensasi bagi mereka yang tewas maupun yang terluka.
()