AS puji peran Indonesia di kawasan
Rabu, 05 September 2012 - 10:11 WIB
AS puji peran Indonesia di kawasan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan apresiasi terhadap peranan Indonesia dalam mengelola masalah Laut China Selatan dan mempertahankan keutuhan ASEAN.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku mantan ketua ASEAN, telah berhasil mendorong adanya pencapaian code of conduct dan penekanan agar masalah Laut Cina Selatan dapat diselesaikan dengan baik.
AS juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden SBY atas peranannya dalam memastikan kemajuan proses demokrasi dan reformasi di Myanmar. Dalam pertemuan itu, lanjut Marty,sempat dibahas kondisi terakhir di Myanmar, termasuk penanganan masalah Rohingya.
“Di sini, sekali lagi AS menyampaikan apresiasi atas posisi Indonesia yang sangat terukur dan betul-betul menampilkan kepedulian berdasarkan fakta yang berkembang di lapangan,”ujar Hillary, seperti dikutip oleh Menlu Marty Natalegawa di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Menlu AS Hillary Clinton kemarin pagi berkunjung ke kantor Kepresidenan Jakarta. Istri mantan presiden Bill Clinton itu tiba di halaman Kantor Presiden pada pukul 09.30 WIB dengan mobil berpelat CD 12-01.
Dalam kunjungan tersebut, dia didampingi Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel, Duta Besar AS untuk ASEAN David Carden, Deputi Sekretaris dan Biro Hubungan Asia Timur dan Pasific Dan Russel, Direktur Kebijakan dan Rencana Jake Sullivan, serta Perwakilan Kepala Staf Gabungan VADM Harry Harris.
Sementara Presiden SBY didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto,Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh,dan Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah.
Pertemuan yang dijadwalkan hanya berlangsung hanya 30 menit, ternyata berlangsung lebih lama dan berakhir pada pukul 10.35 WIB.
”Ibu Menlu AS menyampaikan salam dari Presiden AS Barack Obama kepada Presiden, dan selanjutnya membahas beberapa masalah yang menjadi kepedulian bersama.
Masalah yang dibahas, hubungan bilateral AS dan Indonesia, khususnya bagaimana kedua negara bisa mewujudkan yang dinamakan kemitraan komprehensif Indonesia-AS,” ujar Marty.
Dalam pertemuan itu, lanjut Marty, Presiden SBY menyampaikan harapannya kepada Hillary agar hubungan kedua negara yang sudah baik saat ini, terus dilanjutkan dan ditingkatkan sehingga semakin komprehensif dan semakin menguntungkan.
Terkait peningkatan hubungan bilateral tersebut, Hillary mengingatkan bahwa pada 20 September mendatang akan diselenggarakan Joint Ministerial Commission III antara Indonesia-AS yang akan berlangsung di Washington dan dipimpin oleh meteri luar negeri kedua negara.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku mantan ketua ASEAN, telah berhasil mendorong adanya pencapaian code of conduct dan penekanan agar masalah Laut Cina Selatan dapat diselesaikan dengan baik.
AS juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden SBY atas peranannya dalam memastikan kemajuan proses demokrasi dan reformasi di Myanmar. Dalam pertemuan itu, lanjut Marty,sempat dibahas kondisi terakhir di Myanmar, termasuk penanganan masalah Rohingya.
“Di sini, sekali lagi AS menyampaikan apresiasi atas posisi Indonesia yang sangat terukur dan betul-betul menampilkan kepedulian berdasarkan fakta yang berkembang di lapangan,”ujar Hillary, seperti dikutip oleh Menlu Marty Natalegawa di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Menlu AS Hillary Clinton kemarin pagi berkunjung ke kantor Kepresidenan Jakarta. Istri mantan presiden Bill Clinton itu tiba di halaman Kantor Presiden pada pukul 09.30 WIB dengan mobil berpelat CD 12-01.
Dalam kunjungan tersebut, dia didampingi Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel, Duta Besar AS untuk ASEAN David Carden, Deputi Sekretaris dan Biro Hubungan Asia Timur dan Pasific Dan Russel, Direktur Kebijakan dan Rencana Jake Sullivan, serta Perwakilan Kepala Staf Gabungan VADM Harry Harris.
Sementara Presiden SBY didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto,Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh,dan Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah.
Pertemuan yang dijadwalkan hanya berlangsung hanya 30 menit, ternyata berlangsung lebih lama dan berakhir pada pukul 10.35 WIB.
”Ibu Menlu AS menyampaikan salam dari Presiden AS Barack Obama kepada Presiden, dan selanjutnya membahas beberapa masalah yang menjadi kepedulian bersama.
Masalah yang dibahas, hubungan bilateral AS dan Indonesia, khususnya bagaimana kedua negara bisa mewujudkan yang dinamakan kemitraan komprehensif Indonesia-AS,” ujar Marty.
Dalam pertemuan itu, lanjut Marty, Presiden SBY menyampaikan harapannya kepada Hillary agar hubungan kedua negara yang sudah baik saat ini, terus dilanjutkan dan ditingkatkan sehingga semakin komprehensif dan semakin menguntungkan.
Terkait peningkatan hubungan bilateral tersebut, Hillary mengingatkan bahwa pada 20 September mendatang akan diselenggarakan Joint Ministerial Commission III antara Indonesia-AS yang akan berlangsung di Washington dan dipimpin oleh meteri luar negeri kedua negara.
()