RI-Australia Tingkatkan Keamanan Maritim

Rabu, 05 September 2012 - 10:02 WIB
RI-Australia Tingkatkan...
RI-Australia Tingkatkan Keamanan Maritim
A A A
Sindonews.com – Indonesia-Australia sepakat meningkatkan kerja sama bidang keamanan maritim. Kerja sama akan fokus membicarakan penanganan imigran gelap yang kedapatan melintasi wilayah perairan perbatasan kedua negara.

Pembicaraan lintas kementerian Menteri Pertahanan Indonesia – Australia digelar 3–5 September 2012 di Jakarta. Pihak Indonesia diwakili Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, dan Menristek Gusti Muhammad Hatta.

Sementara Australia diwakili tiga menteri, yakni Menteri Pertahanan Stephen Smith, Menteri Infrastruktur dan Transportasi Anthony Albanese, serta Menteri Material Pertahanan, Dalam Negeri, dan Hukum Jason Dean Clare.

Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama bidang keamanan maritim. Kerja sama akan fokus membicarakan penanganan imigran gelap yang kedapatan melintasi wilayah perairan perbatasan kedua negara.


Menurut Purnomo, perlu pembicaraan antara kedua negara sehingga dihasilkan kode etik bersama dalam penanganan masalah keamanan maritim, utamanya soal imigran gelap. Selama ini wilayah perairan Indonesia menjadi jalur para pencari suaka yang berlayar menuju Australia.

Persoalan muncul karena sering kali dalam pelayaran itu terjadi masalah di tengah laut sehingga mengancam jiwa para pencari suaka.

“Ini menyangkut nyawa sehingga butuh penanganan segera,” katanya di Jakarta kemarin. Kendala penanganan muncul ketika ternyata lokasi kecelakaan masuk wilayah Indonesia, sementara sinyal kecelakaan diterima lebih dulu oleh Australia atau juga sebaliknya.

“Setiap melintasi yurisdiksi nasional,negara mana pun itu, harus melalui prosedur yang harus dipenuhi,”sebutnya.

Maka agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan, diperlukan kode etik bersama. ”Penanganan tidak hanya soal kapal di laut, tapi angkatan udara pasti juga akan terlibat,” tuturnya. Dengan begitu, lanjut dia, dalam penanganan seperti ini Indonesia akan melibatkan Basarnas dan Kohanudnas, sedangkan dari Australia ditangani otoritas keamanan maritim yang dimiliki (AMSA).

Sebelumnya Purnomo mengungkapkan, sejauh ini memang belum ada perjanjian antara kedua negara guna menyikapi kondisi darurat pelayaran, seperti aturan keluar-masuk kapal Australia ke Indonesia atau sebaliknya secara bebas dalam hal penanganan kondisi darurat.Namun,pada prinsipnya, pemimpin kedua negara telah memiliki kesepahaman untuk membantu mereka yang memerlukan pertolongan darurat di perairan.

Bahkan, masalah mengenai imigran gelap ini juga menjadi pembicaraan saat kunjungan Presiden SBY, termasuk menteri pertahanan,ke Australia beberapa waktu lalu Stephen Smith menuturkan, memang perlu kode etik yang disepakati bersama dalam menangani masalah imigran gelap di laut. Ini agar penanganan persoalan ini ke depan bisa lebih baik.

Selain masalah keamanan maritim,pembicaraan bilateral selama tiga hari itu juga menyangkut penguatan kerja sama pertahanan yang sudah terjalin selama ini.Kedua menteri pertahanan akan membahas kerja sama tentang pengorganisasian logistik dan pengadaan.
()
Berita Terkait
Indonesia-Venezuela...
Indonesia-Venezuela Serukan Penguatan Hubungan Bilateral
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, Indonesia-Iran Bahas Geopolitik Dunia
Pentingnya Membangun...
Pentingnya Membangun Pemahaman Kerjasama Bilateral Indonesia-China
Tingkatkan Hubungan...
Tingkatkan Hubungan Bilateral, PM Jepang Kunjungi Indonesia
HUT ke-114 Double Tenth...
HUT ke-114 Double Tenth Day, Momentum Penguatan Hubungan Taiwan dan Indonesia
Dubes UEA Puji Menguatnya...
Dubes UEA Puji Menguatnya Hubungan Bilateral dengan Indonesia
Berita Terkini
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
1 jam yang lalu
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
2 jam yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
4 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
5 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
5 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved