Dua raksasa Asia, pererat kerja sama
Senin, 03 September 2012 - 11:33 WIB
Dua raksasa Asia, pererat kerja sama
A
A
A
Sindonews.com - India dan China, mulai mempererat kerja sama di tengah pertarungan mereka memperebutkan pengaruh di kawasan. Semangat menjalin kerja sama itulah yang coba ditunjukkan Menteri Pertahanan China Jenderal Liang Guanglie dalam kunjungannya ke India.
Kunjungan langka itu tampaknya ditujukan untuk menghindari konflik perbatasan kedua negara. Lawatan ini digelar di tengah pergantian kepemimpinan China dan sengketa maritim di Laut China Selatan. Kunjungan Liang ke India itu merupakan yang pertama kali dilakukan seorang Menteri Pertahanan China dalam kurun waktu delapan tahun.
Liang tiba di Mumbai, India, kemarin setelah melawat di Sri Lanka. Liang tampaknya ingin meredam ketakutan India terkait ambisi China memperkuat pengaruhnya di “Kalung Mutiara”.“
Kalung Mutiara”merupakan kawasan geopolitik yang menjadi prioritas China untuk berada dalam pengaruhnya atau memberikan bantuan militer dan infrastruktur negaranegara sekitarnya,mulai dari Pakistan hingga Maladewa.
“China memprioritaskan hubungan dengan bangsabangsa Asia Selatan dan terus berkomitmen menciptakan keharmonisan dan kerja sama saling menguntungkan dengan mereka,” kata Jenderal Liang saat berpidato di depan tentara Sri Lanka,dikutip Reuters.
Jenderal Liang menegaskan bahwa Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) ingin bekerja sama dan melakukan pertukaran persahabatan dengan negara-negara di Asia Selatan untuk memelihara keamanan dan stabilitas.
Sebagai tetangga,India dan China memiliki hubungan yang rumit.Perdagangan kedua negara tumbuh pesat meskipun Beijing tetap mewaspadai hubungan dekat New Delhi dengan Washington.
Sengketa perbatasan Himalaya juga masih menyisakan masalah bagi hubungan India dan China.Hanya,Liang tak dijadwalkan membahas masalah tersebut dalam kunjungannya kali ini. Dalam kunjungannya di Sri Lanka,Jenderal Liang menjanjikan bantuan militer senilai USD12 juta.
Dana ini menambah bantuan miliaran dolar yang sebelumnya digelontorkan China untuk membantu Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa memenangkan 25 tahun perang sipil dan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Presiden Maladewa Mohammed Waheed beberapa waktu lalu juga berkunjung ke Beijing.Dia pun mendapatkan pinjaman senilai USD500 juta untuk mendanai pembangunan infrastruktur di negaranya.
Para pengamat menganggap kunjungan Liang menunjukkan bagaimana China mengelola hubungan yang rumit dengan India.“Kepemimpinan China memiliki satu tujuan utama: bagaimana kita melanjutkan tanpa adanya halangan,” kata Uday Bhaskar, direktur Yayasan Maritim Nasional, lembaga riset India. India juga memiliki hubungan erat dengan Vietnam.
Kedua negara bekerja sama dalam eksplorasi blok minyak di Laut China Selatan yang menjadi sengketa dengan Beijing. Namun, India dan China berkomitmen menjalin kerja sama untuk kesejahteraan bersama dengan jalan damai. Sementara itu, Partai Komunis China mengumumkan perombakan posisi penting dalam pemerintahan. Langkah itu disinyalir sebagai persiapan menjelang transisi kepemimpinan setiap satu dekade pada akhir tahun ini.
Partai Komunis yang memerintah China mengumumkan pergantian ketua kantor umum Politbiro kemarin. Langkah ini dianggap banyak pengamat sebagai awal transisi kepemimpinan puncak pada akhir tahun ini. Li Zhanshu, 62, mantan kepala Provinsi Guizhou, China barat daya, Sabtu (1/9), diangkat menjadi kepala kantor umum Politbiro yang berpengaruh negara itu. People’s Daily melaporkan Li sekarang bertanggung jawab atas tugas sehari-hari partai itu.
Li menggantikan Ling Jihua, pembantu penting Presiden China Hu Jintao,yang telah ditunjuk untuk memimpin Departemen Pekerjaan Front Bersatu. Sebagai bagian dari transisi kepemimpinan, Hu akan mundur sebagai sekretaris Partai Komunis pada Kongres Partai yang akan diselenggarakan beberapa pekan mendatang.
Dia akan mundur dari jabatan presiden dalam sidang parlemen Maret tahun depan.Wakil Presiden Xi Jinping akan menggantikanHusebagaipresidenChina dan sekretaris Partai Komunis. “Orang baru itu (Xi Jinping) memiliki hubungan baik dengan Hu Jintao dan dengan pemimpin mendatang,”tutur Bill Bishop, seorang konsultan dan penulis dari Sinocisme China Newsletter, dikutip AFP. “Ia akan menjadi orang paling berpengaruh di Beijing.
Sekretaris jenderal partai memerlukan seseorang seperti orang ini yang kompeten dan dapat dipercaya.” Menurut Bishop, yang paling penting, langkah ini menunjukkan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana dan Kongres Partai akan segera dilaksanakan. Para pengamat meyakini transisi di Politbiro sempat terhambat dengan tersingkirnya politikus karismatik Bo Xilai.
Bo tersangkut skandal pembunuhan seorang pengusaha Inggris Neil Heywood. Sebelum skandal pembunuhan itu terbongkar Februari tahun ini, Bo disebut-sebut sebagai kandidat pemimpin Komite Tetap Politbiro.
Kunjungan langka itu tampaknya ditujukan untuk menghindari konflik perbatasan kedua negara. Lawatan ini digelar di tengah pergantian kepemimpinan China dan sengketa maritim di Laut China Selatan. Kunjungan Liang ke India itu merupakan yang pertama kali dilakukan seorang Menteri Pertahanan China dalam kurun waktu delapan tahun.
Liang tiba di Mumbai, India, kemarin setelah melawat di Sri Lanka. Liang tampaknya ingin meredam ketakutan India terkait ambisi China memperkuat pengaruhnya di “Kalung Mutiara”.“
Kalung Mutiara”merupakan kawasan geopolitik yang menjadi prioritas China untuk berada dalam pengaruhnya atau memberikan bantuan militer dan infrastruktur negaranegara sekitarnya,mulai dari Pakistan hingga Maladewa.
“China memprioritaskan hubungan dengan bangsabangsa Asia Selatan dan terus berkomitmen menciptakan keharmonisan dan kerja sama saling menguntungkan dengan mereka,” kata Jenderal Liang saat berpidato di depan tentara Sri Lanka,dikutip Reuters.
Jenderal Liang menegaskan bahwa Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) ingin bekerja sama dan melakukan pertukaran persahabatan dengan negara-negara di Asia Selatan untuk memelihara keamanan dan stabilitas.
Sebagai tetangga,India dan China memiliki hubungan yang rumit.Perdagangan kedua negara tumbuh pesat meskipun Beijing tetap mewaspadai hubungan dekat New Delhi dengan Washington.
Sengketa perbatasan Himalaya juga masih menyisakan masalah bagi hubungan India dan China.Hanya,Liang tak dijadwalkan membahas masalah tersebut dalam kunjungannya kali ini. Dalam kunjungannya di Sri Lanka,Jenderal Liang menjanjikan bantuan militer senilai USD12 juta.
Dana ini menambah bantuan miliaran dolar yang sebelumnya digelontorkan China untuk membantu Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa memenangkan 25 tahun perang sipil dan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Presiden Maladewa Mohammed Waheed beberapa waktu lalu juga berkunjung ke Beijing.Dia pun mendapatkan pinjaman senilai USD500 juta untuk mendanai pembangunan infrastruktur di negaranya.
Para pengamat menganggap kunjungan Liang menunjukkan bagaimana China mengelola hubungan yang rumit dengan India.“Kepemimpinan China memiliki satu tujuan utama: bagaimana kita melanjutkan tanpa adanya halangan,” kata Uday Bhaskar, direktur Yayasan Maritim Nasional, lembaga riset India. India juga memiliki hubungan erat dengan Vietnam.
Kedua negara bekerja sama dalam eksplorasi blok minyak di Laut China Selatan yang menjadi sengketa dengan Beijing. Namun, India dan China berkomitmen menjalin kerja sama untuk kesejahteraan bersama dengan jalan damai. Sementara itu, Partai Komunis China mengumumkan perombakan posisi penting dalam pemerintahan. Langkah itu disinyalir sebagai persiapan menjelang transisi kepemimpinan setiap satu dekade pada akhir tahun ini.
Partai Komunis yang memerintah China mengumumkan pergantian ketua kantor umum Politbiro kemarin. Langkah ini dianggap banyak pengamat sebagai awal transisi kepemimpinan puncak pada akhir tahun ini. Li Zhanshu, 62, mantan kepala Provinsi Guizhou, China barat daya, Sabtu (1/9), diangkat menjadi kepala kantor umum Politbiro yang berpengaruh negara itu. People’s Daily melaporkan Li sekarang bertanggung jawab atas tugas sehari-hari partai itu.
Li menggantikan Ling Jihua, pembantu penting Presiden China Hu Jintao,yang telah ditunjuk untuk memimpin Departemen Pekerjaan Front Bersatu. Sebagai bagian dari transisi kepemimpinan, Hu akan mundur sebagai sekretaris Partai Komunis pada Kongres Partai yang akan diselenggarakan beberapa pekan mendatang.
Dia akan mundur dari jabatan presiden dalam sidang parlemen Maret tahun depan.Wakil Presiden Xi Jinping akan menggantikanHusebagaipresidenChina dan sekretaris Partai Komunis. “Orang baru itu (Xi Jinping) memiliki hubungan baik dengan Hu Jintao dan dengan pemimpin mendatang,”tutur Bill Bishop, seorang konsultan dan penulis dari Sinocisme China Newsletter, dikutip AFP. “Ia akan menjadi orang paling berpengaruh di Beijing.
Sekretaris jenderal partai memerlukan seseorang seperti orang ini yang kompeten dan dapat dipercaya.” Menurut Bishop, yang paling penting, langkah ini menunjukkan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana dan Kongres Partai akan segera dilaksanakan. Para pengamat meyakini transisi di Politbiro sempat terhambat dengan tersingkirnya politikus karismatik Bo Xilai.
Bo tersangkut skandal pembunuhan seorang pengusaha Inggris Neil Heywood. Sebelum skandal pembunuhan itu terbongkar Februari tahun ini, Bo disebut-sebut sebagai kandidat pemimpin Komite Tetap Politbiro.
()