PBB tolak intervensi militer ke Suriah
Minggu, 02 September 2012 - 17:14 WIB
PBB tolak intervensi militer ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Utusan baru PBB untuk Suriah, Lakhdar Brahimi mengatakan intervensi militer ke Suriah bukanlah sebuah pilihan untuk menghentikan krisis yang terjadi di Suriah.
Brahimi yang pernah menjabat Mantan Menteri Luar Negeri Aljazair yang ini ini mengatakan, Pemerintah Suriah selayaknya menjadi pihak pertama yang bertindak mengakhiri krisis ini.
"Pengiriman pasukan militer ke Suriah menjadi pertanda kegagalan upaya diplomatik yang telah di usahakan," terang Brahimi seperti diberitakan RIA Novosti, Minggu (2/9/2012).
"Secara pribadi, hari ini, besok atau lusa, saya tidak menyediakan pilihan ini," tegas Brahimi.
Sementara itu para diplomat mengatakan Pemerintah Suriah seharusnya memenuhi kebutuhan rakyat untuk melakukan perubahan. Sementara tanggung jawab pemerintah untuk mengakhir pertumoahan darah lebih besar dibanding tanggung jawab kelompok oposisi.
Brahimi (78) sejak awal bulan ini resmi mengambil alih tugas Kofi Annan sebagai utusan untuk menyelesaikan krisis Suriah.
Brahimi yang pernah menjabat Mantan Menteri Luar Negeri Aljazair yang ini ini mengatakan, Pemerintah Suriah selayaknya menjadi pihak pertama yang bertindak mengakhiri krisis ini.
"Pengiriman pasukan militer ke Suriah menjadi pertanda kegagalan upaya diplomatik yang telah di usahakan," terang Brahimi seperti diberitakan RIA Novosti, Minggu (2/9/2012).
"Secara pribadi, hari ini, besok atau lusa, saya tidak menyediakan pilihan ini," tegas Brahimi.
Sementara itu para diplomat mengatakan Pemerintah Suriah seharusnya memenuhi kebutuhan rakyat untuk melakukan perubahan. Sementara tanggung jawab pemerintah untuk mengakhir pertumoahan darah lebih besar dibanding tanggung jawab kelompok oposisi.
Brahimi (78) sejak awal bulan ini resmi mengambil alih tugas Kofi Annan sebagai utusan untuk menyelesaikan krisis Suriah.
()