Lawatan perdana Presiden Mesir pasca revolusi Iran
Kamis, 30 Agustus 2012 - 19:54 WIB
Lawatan perdana Presiden Mesir pasca revolusi Iran
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah Mohammad Morsi menjadi Presiden Mesir pertama yang melangkahkan kakinya ke Iran paska revolusi Iran, 1979 silam.
Pagi ini, Kamis (30/8/2012), Morsi tiba di Teheran, Iran untuk menghadiri pertemuan puncak Gerakan Non-Blok ke 16.
Hubungan antara Mesir dan Iran rusak paska Mesir menarik dukungan atas Iran saat negara Islam tersebut melakukan revolusi 1979 silam. Situasi ini diperkeruh dengan perjanjian damai antara Mesir dan Israel.
Diberitakan, Presiden baru Mesir ini menolak memberi penjelasan kunjungan ini akan menjadi sebuah pertanda bagi Mesir kembali meningkatan hubungan dengan Iran. Sebagai Presiden, Morsi cenderung mengejar kebijakan luar negeri yang seimbang.
Sejumlah pengamat mengatakan kunjungan singkat Mursi ke Iran kali ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara Iran dan Mesir dalam waktu dekat.
Pekan lalu, Morsi berniat membentuk sebuah grop komunikasi untuk membantu menyelesaikan krisis Suriah yang terdiri dari Mesir, Iran, Saudi Arabia dan Turki. Sebuah insiatif kepemimpinan yang dikejar oleh Iran.
Pagi ini, Kamis (30/8/2012), Morsi tiba di Teheran, Iran untuk menghadiri pertemuan puncak Gerakan Non-Blok ke 16.
Hubungan antara Mesir dan Iran rusak paska Mesir menarik dukungan atas Iran saat negara Islam tersebut melakukan revolusi 1979 silam. Situasi ini diperkeruh dengan perjanjian damai antara Mesir dan Israel.
Diberitakan, Presiden baru Mesir ini menolak memberi penjelasan kunjungan ini akan menjadi sebuah pertanda bagi Mesir kembali meningkatan hubungan dengan Iran. Sebagai Presiden, Morsi cenderung mengejar kebijakan luar negeri yang seimbang.
Sejumlah pengamat mengatakan kunjungan singkat Mursi ke Iran kali ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara Iran dan Mesir dalam waktu dekat.
Pekan lalu, Morsi berniat membentuk sebuah grop komunikasi untuk membantu menyelesaikan krisis Suriah yang terdiri dari Mesir, Iran, Saudi Arabia dan Turki. Sebuah insiatif kepemimpinan yang dikejar oleh Iran.
()