Atasi krisis, Assad minta tambahan waktu
Kamis, 30 Agustus 2012 - 15:06 WIB
Atasi krisis, Assad minta tambahan waktu
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk memenangkan "perang regional dan global" di tengah semakin kuatnya tekanan diplomatik internasional atas krisis Suriah.
"Kami sedang berjuang dalam pertempuran regional dan global dan kami perlu waktu lebih banyak untuk menyelesaikan semuanya," ungkap Assad seperti diberitakan Xinhua, Kamis (30/8/2012).
Assad menambahkan, saat ini pasukan Suriah sedang berjuang untuk mengakhiri salah satu pertempuran yang paling rumit di Suriah, kelompok anti-pemerintah tidak berhasil menyuntikkan rasa takut dalam hati rakyat Suriah.
"Semua pihak yang telah melakukan kesalahan atau berusaha untuk memperpanjang krisis di Suriah harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka," imbuh Assad.
Assad meminta Turki bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang terjadi di Suriah. Karena Turki turut andil dalam suplai senjata ke pemberontak Suriah.
Dalam kesempatan tersebut Assad menilai, rencana pembangunan zona terbang bagi Suriah tidak realistis.
Sementara perang antara pemberontak dan militer Suriah terus berlanjut sejak Meret tahun lalu. Sejumlah negara hadir dalam pertemuan Gerakan Non-Blok di Tehran, Iran membahas penyelesaian krisis yang terjadi di Suriah.
"Kami sedang berjuang dalam pertempuran regional dan global dan kami perlu waktu lebih banyak untuk menyelesaikan semuanya," ungkap Assad seperti diberitakan Xinhua, Kamis (30/8/2012).
Assad menambahkan, saat ini pasukan Suriah sedang berjuang untuk mengakhiri salah satu pertempuran yang paling rumit di Suriah, kelompok anti-pemerintah tidak berhasil menyuntikkan rasa takut dalam hati rakyat Suriah.
"Semua pihak yang telah melakukan kesalahan atau berusaha untuk memperpanjang krisis di Suriah harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka," imbuh Assad.
Assad meminta Turki bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang terjadi di Suriah. Karena Turki turut andil dalam suplai senjata ke pemberontak Suriah.
Dalam kesempatan tersebut Assad menilai, rencana pembangunan zona terbang bagi Suriah tidak realistis.
Sementara perang antara pemberontak dan militer Suriah terus berlanjut sejak Meret tahun lalu. Sejumlah negara hadir dalam pertemuan Gerakan Non-Blok di Tehran, Iran membahas penyelesaian krisis yang terjadi di Suriah.
()