Kolombia berunding dengan FARC
Rabu, 29 Agustus 2012 - 13:23 WIB
Kolombia berunding dengan FARC
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kolombia akhirnya memulai perundingan dengan kelompok pemberontak sayap kiri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengonfirmasi pihaknya memulai diskusi penjajakan dengan FARC. Dalam pidato di televisi pemerintah, Santos mengatakan, dia memenuhi kewajiban untuk mencari perdamaian.
“Sejak pemerintahan saya berkuasa, saya menghormati kewajiban konstitusional saya untuk mencari perdamaian, dan kami telah melakukan pembicaraan penjajakan dengan FARC untuk mengakhiri konflik,” ungkap Santos, dikutip AFP.
Laporan media setempat menyatakan kesepakatan terkait pembicaraan lebih lanjut telah dicapai di Kuba. Menurut jaringan media regional, Telesur, negosiator dari kedua pihak menandatangani perjanjian awal di Havana, ibu kota Kuba, Senin 27 Agustus lalu.
Telesur melaporkan, pembicaraan damai putaran pertama akan digelar di Oslo, ibu kota Norwegia, pada 5 Oktober mendatang. Kemudian, negosiator akan melanjutkan pembicaraan di Havana.
Kendati demikian, Santos tidak memberikan rincian mengenai isi pembicaraan dengan FARC. Presiden Santos tidak mengatakan di mana pembicaraan dilakukan atau siapa saja yang terlibat di dalamnya.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengonfirmasi pihaknya memulai diskusi penjajakan dengan FARC. Dalam pidato di televisi pemerintah, Santos mengatakan, dia memenuhi kewajiban untuk mencari perdamaian.
“Sejak pemerintahan saya berkuasa, saya menghormati kewajiban konstitusional saya untuk mencari perdamaian, dan kami telah melakukan pembicaraan penjajakan dengan FARC untuk mengakhiri konflik,” ungkap Santos, dikutip AFP.
Laporan media setempat menyatakan kesepakatan terkait pembicaraan lebih lanjut telah dicapai di Kuba. Menurut jaringan media regional, Telesur, negosiator dari kedua pihak menandatangani perjanjian awal di Havana, ibu kota Kuba, Senin 27 Agustus lalu.
Telesur melaporkan, pembicaraan damai putaran pertama akan digelar di Oslo, ibu kota Norwegia, pada 5 Oktober mendatang. Kemudian, negosiator akan melanjutkan pembicaraan di Havana.
Kendati demikian, Santos tidak memberikan rincian mengenai isi pembicaraan dengan FARC. Presiden Santos tidak mengatakan di mana pembicaraan dilakukan atau siapa saja yang terlibat di dalamnya.
(hyk)