Hari keempat, kebakaran Kilang Amuay belum jinak
Selasa, 28 Agustus 2012 - 17:18 WIB
Hari keempat, kebakaran Kilang Amuay belum jinak
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki hari keempat petugas pemadam kebakaran Venezuela terus berjuang memadamkan api yang membakar kilang Amuay, kilang minyak terbesar di Venezuela.
Presiden Hugo Chavez memantau langsung proses pemandaman api yang menghanguskan kilang milik perusahaan negara Petroleos de Venezuela (PDVSA)..
Hugo Chavez mengatakan, siang kemarin pukul 2.15 waktu setempat petugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan salah satu dari tiga tangki penyimpanan di kilang minyak yang terbakar.
Ironisnya, tadi malam kebakaran meluas, membakar tangki minyak yang ketiga. Kobaran api masih terlihat jelas dari kejauhan.
Sementara itu, jumlah korban tewas telah bertambah menjadi 48 orang dari sebelumnya 36 orang. Sementara itu jumlah korban luka hampir mencapai 200 orang. Mereka kini mendapatkan perawatan medis di pangkalan Angkatan Laut.
Banyaknya jumlah korban tewas karena kilang minyak itu berdekatan dengan permukiman penduduk dan kompleks perdagangan.
Pemerintah terpaksa mengesampingkan rencana pengoperasian kilang minyak yang per harinya mampu memproduksi 645 ribu barel ini.
Menteri Perminyakan Venezuela, Rafael Ramirez mengatakan sejauh ini belum ada kerusakan struktural yang ditimbulkan akibat kebakaran tiga tanki pada kilang minyak itu. Begitupula halnya dengan kegiatan ekspor minyak Venezuela.
"Unit produksi minyak di kilang Amuay akan kembali beroperasi Jumat mendatang," ungkap Ramirez seperti diberitakan Bloomberg, Selasa, (28/8/2012).
Diketahui, Sebuah ledakan besar membakar kilang minyak Amuay terbesar di Venezuela. Wakil Presiden Venezuela, Elias Jaua mengatakan ledakan besar ini terjadi sejak Sabtu pagi pukul 11 waktu setempat 25 Agustus 2012.
Presiden Hugo Chavez memantau langsung proses pemandaman api yang menghanguskan kilang milik perusahaan negara Petroleos de Venezuela (PDVSA)..
Hugo Chavez mengatakan, siang kemarin pukul 2.15 waktu setempat petugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan salah satu dari tiga tangki penyimpanan di kilang minyak yang terbakar.
Ironisnya, tadi malam kebakaran meluas, membakar tangki minyak yang ketiga. Kobaran api masih terlihat jelas dari kejauhan.
Sementara itu, jumlah korban tewas telah bertambah menjadi 48 orang dari sebelumnya 36 orang. Sementara itu jumlah korban luka hampir mencapai 200 orang. Mereka kini mendapatkan perawatan medis di pangkalan Angkatan Laut.
Banyaknya jumlah korban tewas karena kilang minyak itu berdekatan dengan permukiman penduduk dan kompleks perdagangan.
Pemerintah terpaksa mengesampingkan rencana pengoperasian kilang minyak yang per harinya mampu memproduksi 645 ribu barel ini.
Menteri Perminyakan Venezuela, Rafael Ramirez mengatakan sejauh ini belum ada kerusakan struktural yang ditimbulkan akibat kebakaran tiga tanki pada kilang minyak itu. Begitupula halnya dengan kegiatan ekspor minyak Venezuela.
"Unit produksi minyak di kilang Amuay akan kembali beroperasi Jumat mendatang," ungkap Ramirez seperti diberitakan Bloomberg, Selasa, (28/8/2012).
Diketahui, Sebuah ledakan besar membakar kilang minyak Amuay terbesar di Venezuela. Wakil Presiden Venezuela, Elias Jaua mengatakan ledakan besar ini terjadi sejak Sabtu pagi pukul 11 waktu setempat 25 Agustus 2012.
()