Afghanistan tuduh Taliban penggal 17 kepala
Selasa, 28 Agustus 2012 - 14:35 WIB
Afghanistan tuduh Taliban penggal 17 kepala
A
A
A
Sindonews.com - Afganistan menuduh Taliban dalang di balik pemenggalan 17 warga sipil di distrik Musa Qala, Provinsi Helmand, Afghanistan selatan Minggu 26 Agustus malam lalu.
President Hamid Karzai menuduh Taliban memenggal 15 laki-laki dan dua perempuan yang sedang menyanyi dan melakukan tarian seks di distrik Kajaki.
"Pembunuhan tersebut menunjukkan rasa frustasi para anggota Taliban," ungkap Karzai seperti diberitakan ABCnews, Selasa (28/8/2012).
Gaya eksekusi sadis tersebut, seolah mengulang ingatan hari-hari gelap saat kelompok Taliban berkuasa di sebagian besar wilayah Afgahanistan sebelum tahun 2001 lalu.
Aksi pemenggalan itu terjadi 75 km sebelah utara ibu kota Provinsi Lashkar Gah. Sehari setelah 10 pasukan Afgahistan dilaporkan tewas karena diserang gerilyawan Afghanistan di wilayah Helmand.
Juru bicara Taliban, Qari Yousuf membantah tuduhan tersebut. "Saya telah berbicara dengan semua komandan Taliban yang berada di berbagai desa, mereka tidak tahu apapun di balik serangan tersebut," terang Yousuf.
Guna mengakhiri perang 11 tahun di Afghanistan, pemimpin kelompok Taliban mulai bersikap lebih moderat. Mereka sadar aksi sadis justru akan mengurangi dukungan publik, khususnya di wilayah Afghanistan bagian selatan dimana kelompok ini memiliki dukungan kuat.
Kendati demikian, gerilyawan Taliban disebut-sebut berada di balik insiden tidak manusiawi itu, karena mereka diketahui masih aktif di wilayah ini.
Pada masa lalu, Taliban juga sempat disalahkan karena memenggal kepala desa setempat. Sebagian besar korban pemenggalan dituduh mata-mata pasukan NATO dan pemerintah Afghanistan.
Melalui pernyataan resmi yang dikutip CNN, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengutuk tindakan tidak manusiawi itu. Mereka mengungkapkan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban.
President Hamid Karzai menuduh Taliban memenggal 15 laki-laki dan dua perempuan yang sedang menyanyi dan melakukan tarian seks di distrik Kajaki.
"Pembunuhan tersebut menunjukkan rasa frustasi para anggota Taliban," ungkap Karzai seperti diberitakan ABCnews, Selasa (28/8/2012).
Gaya eksekusi sadis tersebut, seolah mengulang ingatan hari-hari gelap saat kelompok Taliban berkuasa di sebagian besar wilayah Afgahanistan sebelum tahun 2001 lalu.
Aksi pemenggalan itu terjadi 75 km sebelah utara ibu kota Provinsi Lashkar Gah. Sehari setelah 10 pasukan Afgahistan dilaporkan tewas karena diserang gerilyawan Afghanistan di wilayah Helmand.
Juru bicara Taliban, Qari Yousuf membantah tuduhan tersebut. "Saya telah berbicara dengan semua komandan Taliban yang berada di berbagai desa, mereka tidak tahu apapun di balik serangan tersebut," terang Yousuf.
Guna mengakhiri perang 11 tahun di Afghanistan, pemimpin kelompok Taliban mulai bersikap lebih moderat. Mereka sadar aksi sadis justru akan mengurangi dukungan publik, khususnya di wilayah Afghanistan bagian selatan dimana kelompok ini memiliki dukungan kuat.
Kendati demikian, gerilyawan Taliban disebut-sebut berada di balik insiden tidak manusiawi itu, karena mereka diketahui masih aktif di wilayah ini.
Pada masa lalu, Taliban juga sempat disalahkan karena memenggal kepala desa setempat. Sebagian besar korban pemenggalan dituduh mata-mata pasukan NATO dan pemerintah Afghanistan.
Melalui pernyataan resmi yang dikutip CNN, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengutuk tindakan tidak manusiawi itu. Mereka mengungkapkan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban.
()