China bangun fasilitas pembuangan sampah
Selasa, 28 Agustus 2012 - 09:53 WIB
China bangun fasilitas pembuangan sampah
A
A
A
Sindonews.com - China memulai pembangunan fasilitas pembuangan sampah di pulau yang masih disengketakan Beijing dengan beberapa negara tetangganya.
“Pemerintah kota menyebutkan proyek itu bertujuan memperkuat perlindungan lingkungan dan memperbaiki kondisi hidup warga dan tentara yang ditempatkan di pulau itu,” papar China Daily seperti dilansir AFP. “Ini juga akan membantu beragam spesies laut dan mempromosikan industri perikanan.”
Sebagian besar warganya adalah nelayan beserta keluarga mereka. Jaringan pembuangan sampah itu akan membantu irigasi sabuk hijau kawasan itu.
Seperti dilansir, China Daily 27 Agustus kemarin, sebelumnya China sempat membuat marah Vietnam dengan rencana pengumuman pembangunan kota baru, Sansha, di Yongxing, salah satu pulau yang masuk ke rantai gugusan kepulauan Paracel yang masih dalam sengketa. Dan kini pembangunan fasilitas untuk 1.000 warga dan garnisun militer yang diumumkan Beijing itu telah dimulai.
China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, yang menjadi lokasi jalur perkapalan penting dan diyakini memiliki kandungan minyak dan gas yang berlimpah.
Taiwan dan beberapa anggota Perhimpunan Bangsa- Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) seperti Filipina,Vietnam, Brunei, dan Malaysia, juga mengklaim sebagian wilayah perairan itu. Sansha adalah kota terkecil di China dalam jumlah populasi dan luas.
“Pemerintah kota menyebutkan proyek itu bertujuan memperkuat perlindungan lingkungan dan memperbaiki kondisi hidup warga dan tentara yang ditempatkan di pulau itu,” papar China Daily seperti dilansir AFP. “Ini juga akan membantu beragam spesies laut dan mempromosikan industri perikanan.”
Sebagian besar warganya adalah nelayan beserta keluarga mereka. Jaringan pembuangan sampah itu akan membantu irigasi sabuk hijau kawasan itu.
Seperti dilansir, China Daily 27 Agustus kemarin, sebelumnya China sempat membuat marah Vietnam dengan rencana pengumuman pembangunan kota baru, Sansha, di Yongxing, salah satu pulau yang masuk ke rantai gugusan kepulauan Paracel yang masih dalam sengketa. Dan kini pembangunan fasilitas untuk 1.000 warga dan garnisun militer yang diumumkan Beijing itu telah dimulai.
China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, yang menjadi lokasi jalur perkapalan penting dan diyakini memiliki kandungan minyak dan gas yang berlimpah.
Taiwan dan beberapa anggota Perhimpunan Bangsa- Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) seperti Filipina,Vietnam, Brunei, dan Malaysia, juga mengklaim sebagian wilayah perairan itu. Sansha adalah kota terkecil di China dalam jumlah populasi dan luas.
()