4 orang luka-luka akibat Topan Bolaven
Senin, 27 Agustus 2012 - 09:50 WIB
4 orang luka-luka akibat Topan Bolaven
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya empat orang diberitakan menderita luka luka akibat Topan Bolaven menghantam Pulau Okinawa, Jepang, Minggu malam.
Topan Bolaven bergerak dengan kecepatan 252 km dan akan menghantam wilayah selatan Jepang, khususnya wilayah ibu kota Naha, Okinawa, Jepang. Sejumlah media Jepang melaporkan, pasokan listrik bagi bagi 57 ribu penduduk sempat terputus.
Stasiun televisi NHK melaporkan kuatnya hembusan angin dapat membalikkan sebuah mobil, sementara itu di wilayah pesisir gelombang air laut mencapai ketinggian 12 m.
Badan Meteorologi Jepang sebelumnya juga meramalkan badai ini akan menjadi badai terkuat sepanjang 50 tahun belakangan.
"Tiupan angin tidak sekuat yang kami perkirakan. Kami senang tidak akan kerusakan serius akibat topan ini," ungkap manager krisis, Yoshimitsu Matsusaki seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin (27/8/2012).
Badan Meteorologi Jepang memperkirkan setelah menghantam kepulauan Okinawa, Topan Bolaven diperkirakan akan bergerak menuju semenanjung Korea, kemungkinan besar ke wilayah Seoul, Korea Selatan (Korsel).
Badan Meteorologi Jepang sebelumnya telah menginformasikan kedatangan Topan Bolaven. Guna menghidari jatuhnya korban, Pemerintah Jepang telah menghimbau warga untuk mewaspadai kedatangan topan yang membawa muatan hujan dan angin yang kecang yang bergerak dengan kecepatan 180 km pada bagian intinya.
Seperti diberitakan dalam Kantor berita Kyodo, Minggu 26 Agustus, pemerintah Jepang memutuskan untuk menghentikan aktivitas penerbangan dan perkapalan yang menghubungkan pulau-pulau utama di Jepang.
Topan Bolaven bergerak dengan kecepatan 252 km dan akan menghantam wilayah selatan Jepang, khususnya wilayah ibu kota Naha, Okinawa, Jepang. Sejumlah media Jepang melaporkan, pasokan listrik bagi bagi 57 ribu penduduk sempat terputus.
Stasiun televisi NHK melaporkan kuatnya hembusan angin dapat membalikkan sebuah mobil, sementara itu di wilayah pesisir gelombang air laut mencapai ketinggian 12 m.
Badan Meteorologi Jepang sebelumnya juga meramalkan badai ini akan menjadi badai terkuat sepanjang 50 tahun belakangan.
"Tiupan angin tidak sekuat yang kami perkirakan. Kami senang tidak akan kerusakan serius akibat topan ini," ungkap manager krisis, Yoshimitsu Matsusaki seperti diberitakan BBC.co.uk, Senin (27/8/2012).
Badan Meteorologi Jepang memperkirkan setelah menghantam kepulauan Okinawa, Topan Bolaven diperkirakan akan bergerak menuju semenanjung Korea, kemungkinan besar ke wilayah Seoul, Korea Selatan (Korsel).
Badan Meteorologi Jepang sebelumnya telah menginformasikan kedatangan Topan Bolaven. Guna menghidari jatuhnya korban, Pemerintah Jepang telah menghimbau warga untuk mewaspadai kedatangan topan yang membawa muatan hujan dan angin yang kecang yang bergerak dengan kecepatan 180 km pada bagian intinya.
Seperti diberitakan dalam Kantor berita Kyodo, Minggu 26 Agustus, pemerintah Jepang memutuskan untuk menghentikan aktivitas penerbangan dan perkapalan yang menghubungkan pulau-pulau utama di Jepang.
()