Prancis dukung zona non-terbang
Sabtu, 25 Agustus 2012 - 12:04 WIB
Prancis dukung zona non-terbang
A
A
A
Sindonews.com - Prancis sedang mempertimbangkan dukungan untuk melaksanakan zona larangan terbang di Suriah. Rencana itu untuk mendorong agar Presiden Suriah Bashar al-Assad segera lengser.
Upaya Prancis itu juga seiring dengan pertempuran yang semakin memanas di Damaskus dan Aleppo. Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian mengungkapkan, zona terbang Suriah bakal berarti “perang” dan bakal membutuhkan koalisi internasional yang belum terealisasi.
Le Drian mengatakan, pihaknya mempertimbangkan zona larangan terbang hanya sebagian wilayah Suriah seperti yang disarankan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton.
“Ada kemungkinan zona larangan terbang terbatas itu sedang dikaji,” kata Le Drian kepada stasiun televisi France 24.
Le Drian mengemukakan, zona larangan terbang global yang diterapkan di Suriah berarti melarang semua pesawat terbang di wilayah udara Suriah. Menurut dia, itu tidak bakal berarti tanpa dukungan koalisi internasional yang mampu melaksanakan hal tersebut.
Le Drian menegaskan, Prancis tidak akan menerima transisi politik di Suriah tanpa pengunduran diri Assad.“Pengunduran dirinya merupakan hal pertama yang dilakukannya,” katanya.
Prancis juga tidak akan ikut dalam koalisi internasional tanpa adanya mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Kita akan mengintervensi Suriah, jika ada norma legal internasional,” kata Le Drian. “Tanpa norma legal internasional, kita tidak akan melakukan apa pun.”
Sebelumnya Hillary mengatakan, zona larangan terbang untuk kota-kota yang masih berkecamuk seperti Aleppo membutuhkan analisis mendalam. Dia mengatakan, Turki dan AS sepakat melaksanakan upaya lebih lanjut. Tapi, Suriah dan Rusia menolak proposal itu.
Upaya Prancis itu juga seiring dengan pertempuran yang semakin memanas di Damaskus dan Aleppo. Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian mengungkapkan, zona terbang Suriah bakal berarti “perang” dan bakal membutuhkan koalisi internasional yang belum terealisasi.
Le Drian mengatakan, pihaknya mempertimbangkan zona larangan terbang hanya sebagian wilayah Suriah seperti yang disarankan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton.
“Ada kemungkinan zona larangan terbang terbatas itu sedang dikaji,” kata Le Drian kepada stasiun televisi France 24.
Le Drian mengemukakan, zona larangan terbang global yang diterapkan di Suriah berarti melarang semua pesawat terbang di wilayah udara Suriah. Menurut dia, itu tidak bakal berarti tanpa dukungan koalisi internasional yang mampu melaksanakan hal tersebut.
Le Drian menegaskan, Prancis tidak akan menerima transisi politik di Suriah tanpa pengunduran diri Assad.“Pengunduran dirinya merupakan hal pertama yang dilakukannya,” katanya.
Prancis juga tidak akan ikut dalam koalisi internasional tanpa adanya mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Kita akan mengintervensi Suriah, jika ada norma legal internasional,” kata Le Drian. “Tanpa norma legal internasional, kita tidak akan melakukan apa pun.”
Sebelumnya Hillary mengatakan, zona larangan terbang untuk kota-kota yang masih berkecamuk seperti Aleppo membutuhkan analisis mendalam. Dia mengatakan, Turki dan AS sepakat melaksanakan upaya lebih lanjut. Tapi, Suriah dan Rusia menolak proposal itu.
(hyk)