Sel penjara menanti Brievik
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 09:35 WIB
Sel penjara menanti Brievik
A
A
A
Sindonews.com – Hari ini Anders Behring Breivik akan divonis di pengadilan, di mana hakim harus memutuskan apakah dia gila atau waras untuk dijebloskan ke penjara. Sebelumnya sebuah mobil polisi yang diyakini membawa pelaku pembantaian massal, Breivik, tiba di penjara Ila di luar Oslo.
Tapi, apa pun vonis yang dijatuhkan pengadilan, mau itu memasukkan Brievik ke penjara atau unit psikiatrik tertutup, pria berusia 33 tahun itu akan menghabiskan hari-hari yang panjang di sebuah penjara dengan keamanan tinggi yang dirancang khusus.
Dalam persidangan, ekstremis sayap kanan itu telah mengakui sebagai pelaku tunggal serangan kembar yang menewaskan 77 orang tewas di Oslo dan Pulau Utoeya, atas pengakuanya, dia menghadapi vonis 21 tahun penjara dengan kemungkinan perpanjangan vonis.
Tapi, dia menghadapi opini pakar yang berlainan yang membuat lima hakim pengadilan distrik harus memutuskan apakah dia gila dan harus dipenjara atau gila dan harus dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Kalau pun dinyatakan tidak gila, Breivik akan dijebloskan ke penjara berkeamanan maksimum, Ila,yang terletak di luar Oslo.
“Kami siap menerima Behring Breivik jika dia divonis penjara dan juga kalau pun dia divonis untuk dimasukkan ke unit psikiatrik,” papar gubernur penjara Ila, Knut Bjarkeid, dalam pernyataan yang dirilis Rabu 22 Agustus lalu, seperti dikutip AFP.
Sebelumnya pada 22 Juli 2011, Breivik meledakkan sebuah bom mobil di luar kantor pemerintahan di Oslo yang menewaskan delapan orang sebelum pergi ke Pulau Utoeya, di barat laut ibu kota, di mana dia menghabiskan lebih dari satu jam memberondong 69 orang hingga tewas.
Sebagian besar korban di pulau itu adalah remaja yang sedang mengikuti kamp pemuda Partai Buruh. Untuk mengakomodasi pelaku serangan termaut di Norwegia sejak Perang Dunia II itu, Ila berencana membangun sayap baru untuk dijadikan sebuah rumah sakit kecil jika Breivik diperintahkan untuk masuk ke unit psikiatrik.
Alternatif lainnya, kalau dia divonis masuk penjara, Breivik bakal menemukan dirinya berada di sebuah bilik yang sama di Ila seperti sel yang dia huni sejak ditangkap, di mana dia pada awalnya dipisahkan dari narapidana lain.
Sementara itu, para spesialis di Rumah Sakit Jiwa Dikemark kemungkinan bakal menolak merawat Brievik jika pengadilan menyatakan dia gila karena evaluasi akhir rumah sakit itu memperlihatkan terdakwa tidak mengidap gangguan jiwa.
Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian para spesialis di Rumah Sakit Jiwa Dikemark musim dingin lalu, tidak ada bukti serius gangguan mental pada Breivik. Mereka akan melakukan evaluasi ulang jika pengadilan menyatakan dia gila dan membuat keputusan untuk perawatannya. (Alvin)
Tapi, apa pun vonis yang dijatuhkan pengadilan, mau itu memasukkan Brievik ke penjara atau unit psikiatrik tertutup, pria berusia 33 tahun itu akan menghabiskan hari-hari yang panjang di sebuah penjara dengan keamanan tinggi yang dirancang khusus.
Dalam persidangan, ekstremis sayap kanan itu telah mengakui sebagai pelaku tunggal serangan kembar yang menewaskan 77 orang tewas di Oslo dan Pulau Utoeya, atas pengakuanya, dia menghadapi vonis 21 tahun penjara dengan kemungkinan perpanjangan vonis.
Tapi, dia menghadapi opini pakar yang berlainan yang membuat lima hakim pengadilan distrik harus memutuskan apakah dia gila dan harus dipenjara atau gila dan harus dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Kalau pun dinyatakan tidak gila, Breivik akan dijebloskan ke penjara berkeamanan maksimum, Ila,yang terletak di luar Oslo.
“Kami siap menerima Behring Breivik jika dia divonis penjara dan juga kalau pun dia divonis untuk dimasukkan ke unit psikiatrik,” papar gubernur penjara Ila, Knut Bjarkeid, dalam pernyataan yang dirilis Rabu 22 Agustus lalu, seperti dikutip AFP.
Sebelumnya pada 22 Juli 2011, Breivik meledakkan sebuah bom mobil di luar kantor pemerintahan di Oslo yang menewaskan delapan orang sebelum pergi ke Pulau Utoeya, di barat laut ibu kota, di mana dia menghabiskan lebih dari satu jam memberondong 69 orang hingga tewas.
Sebagian besar korban di pulau itu adalah remaja yang sedang mengikuti kamp pemuda Partai Buruh. Untuk mengakomodasi pelaku serangan termaut di Norwegia sejak Perang Dunia II itu, Ila berencana membangun sayap baru untuk dijadikan sebuah rumah sakit kecil jika Breivik diperintahkan untuk masuk ke unit psikiatrik.
Alternatif lainnya, kalau dia divonis masuk penjara, Breivik bakal menemukan dirinya berada di sebuah bilik yang sama di Ila seperti sel yang dia huni sejak ditangkap, di mana dia pada awalnya dipisahkan dari narapidana lain.
Sementara itu, para spesialis di Rumah Sakit Jiwa Dikemark kemungkinan bakal menolak merawat Brievik jika pengadilan menyatakan dia gila karena evaluasi akhir rumah sakit itu memperlihatkan terdakwa tidak mengidap gangguan jiwa.
Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian para spesialis di Rumah Sakit Jiwa Dikemark musim dingin lalu, tidak ada bukti serius gangguan mental pada Breivik. Mereka akan melakukan evaluasi ulang jika pengadilan menyatakan dia gila dan membuat keputusan untuk perawatannya. (Alvin)
()