10 warga Jepang kibarkan bendera di Pulau Dokdo
Minggu, 19 Agustus 2012 - 13:30 WIB
10 warga Jepang kibarkan bendera di Pulau Dokdo
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 10 warga Jepang mendarat di kepulauan Dokdo yang masih disengketakan dengan beberapa negara, terutama dengan China.
Seperti dilansir BBC, Minggu (19/8/2012), para aktivis Jepang mengibarkan bendera negaranya di kepulauan Dokdo yang disengketakan. Kapal pengangkut sudah merapat di pulau utama Uotsurijima saat matahari terbit.
Para aktivis itu berenang ke pantai kepulauan Dokdo setelah diangkut sebuah kapal dari pelabuhan. Kapal itu berisi 150 penumpang, tetapi hanya 10 orang yang mendarat.
"Kami ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa kepulauan ini adalah milik kami. Masa depan Jepang dipertaruhkan disini," kata seorang politisi Jepang, Kenichi Kojima.
Pendaratan aktivis itu semakin memanaskan perselisihan diplomatik antara Jepang dan China beberapa hari belakangan. Apalagi China sudah memperingatkan kepulauan Dokdo masih berstatus sengketa dan Jepang tidak berhak melakukan apapun disana.
"Semua tindakan yang diambil Jepang di kepulauan Dokdo adalah ilegal," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gan.
Kepolisian Jepang menahan para aktivis itu, tetapi setelah melakukan interogasi, para aktivis kemudian dibebaskan.
Sementara itu, aktivis China juga melakukan hal sama awal pekan ini, yaitu berlayar, mendarat dan mengibarkan bendera negaranya di wilayah yang masih diperebutkan tersebut.
Seperti dilansir BBC, Minggu (19/8/2012), para aktivis Jepang mengibarkan bendera negaranya di kepulauan Dokdo yang disengketakan. Kapal pengangkut sudah merapat di pulau utama Uotsurijima saat matahari terbit.
Para aktivis itu berenang ke pantai kepulauan Dokdo setelah diangkut sebuah kapal dari pelabuhan. Kapal itu berisi 150 penumpang, tetapi hanya 10 orang yang mendarat.
"Kami ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa kepulauan ini adalah milik kami. Masa depan Jepang dipertaruhkan disini," kata seorang politisi Jepang, Kenichi Kojima.
Pendaratan aktivis itu semakin memanaskan perselisihan diplomatik antara Jepang dan China beberapa hari belakangan. Apalagi China sudah memperingatkan kepulauan Dokdo masih berstatus sengketa dan Jepang tidak berhak melakukan apapun disana.
"Semua tindakan yang diambil Jepang di kepulauan Dokdo adalah ilegal," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gan.
Kepolisian Jepang menahan para aktivis itu, tetapi setelah melakukan interogasi, para aktivis kemudian dibebaskan.
Sementara itu, aktivis China juga melakukan hal sama awal pekan ini, yaitu berlayar, mendarat dan mengibarkan bendera negaranya di wilayah yang masih diperebutkan tersebut.
()