AS laporkan nuklir Korut mulai beroperasi
Rabu, 15 Agustus 2012 - 21:42 WIB
AS laporkan nuklir Korut mulai beroperasi
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah lembaga riset Amerika Serikat (AS) memperlihatkan gambar kemajuan reaktor nuklir Korea Utara (Korut). Satelit itu menunjukkan Korut dapat menyelesaikan pembangunan sebuah reaktor nuklir air ringan pada akhir tahun 2013.
Lembaga penelitian dari Institut Ilmu dan Teknologi Internasional di Washington melaporkan, bahan konstruksi baru telah ditempatkan dekat gedung reaktor di kompleks nuklir Yongbyon.
Bagian eksternal reaktor nuklir itu tampak lengkap, walaupun bangunan itu masih belum memiliki kubah. "Bagian jelas untuk memproduksi bahan nuklir yang mampu menghasilkan energi," kata analis Bruce Bennett, seperti dikutip VOA, Rabu (15/8/2012).
Meskipun belum jelas apa fungsi nuklir bagi masa depan, Pemerintah Korut tetap membangun reaktor air ringan. Reaktor baru ini diharapkan bisa menghasilkan listrik untuk tujuan sipil. Selain itu, reaktor nuklir tersebut juga dapat digunakan untuk membuat plutonium senjata.
Diketahui, Korut sudah diberikan sanksi internasional untuk program nuklir dan rudal. Namun negara komunis itu mengabaikan peringatan internasional dan meluncurkan roket nuklir pada April lalu.
Lembaga penelitian dari Institut Ilmu dan Teknologi Internasional di Washington melaporkan, bahan konstruksi baru telah ditempatkan dekat gedung reaktor di kompleks nuklir Yongbyon.
Bagian eksternal reaktor nuklir itu tampak lengkap, walaupun bangunan itu masih belum memiliki kubah. "Bagian jelas untuk memproduksi bahan nuklir yang mampu menghasilkan energi," kata analis Bruce Bennett, seperti dikutip VOA, Rabu (15/8/2012).
Meskipun belum jelas apa fungsi nuklir bagi masa depan, Pemerintah Korut tetap membangun reaktor air ringan. Reaktor baru ini diharapkan bisa menghasilkan listrik untuk tujuan sipil. Selain itu, reaktor nuklir tersebut juga dapat digunakan untuk membuat plutonium senjata.
Diketahui, Korut sudah diberikan sanksi internasional untuk program nuklir dan rudal. Namun negara komunis itu mengabaikan peringatan internasional dan meluncurkan roket nuklir pada April lalu.
()