Eks PM Suriah: Assad di ambang kehancuran
Rabu, 15 Agustus 2012 - 12:46 WIB
Eks PM Suriah: Assad di ambang kehancuran
A
A
A
Sindonews.com - Rezim Presiden Suriah Bashar Assad berada di ambang kehancuran. Karena saat ini sebagian besar wilayah Suriah di luar kendali Assad.
“Assad hanya menguasai 30 persen dari keseluruhan Suriah,” ujar Mantan Perdana Menteri Suriah Riyad Farid Hijab, dalam pidato umum pertamanya sejak pembelotan pekan lalu, seperti disiarkan sebuah televisi dari Ibu Kota Yordania, Amman, Rabu (15/8/2012).
Untuk itu, Hijab mendesak para pemimpin politik dan militer lainnya untuk bergabung dengan pihak pemberontak. Selain itu, dia juga menyerukan kepada seluruh pihak oposisi di pengasingan untuk bersatu melawan Assad.
"Rezim Assad sedang di ambang kehancuran moral dan finansial, serta dukungan militer yang terbatas," tambah Hijab.
Mantan PM Suriah ini menegaskan, dia tidak mencari posisi politik atau imbalan apapun jika Suriah telah merdeka. "Saya hanya seorang tentara di jalan kebenaran," katanya.
Pernyataan Hijab tersebut bertentangan dengan anggapan pejabat tinggi Suriah pada umumnya. Selama ini, pemberontak yang menyerukan pelengseran Assad selalu dicurigai sebagian pejabat tinggi dan mantan petinggi militer yang masih menjabat saat itu.
Rezim Assad telah memerangi pemberontakan dengan kekuatan militer sejak Maret 2011. Pemerintah Suriah telah menewaskan ribuan korban, baik dari pemberontak, militer, maupun warga sipil.
Kelompok pemberontak melaporkan, setidaknya 60 orang tewas dalam gencatan senjata pada Selasa 14 Agustus kemarin.
“Assad hanya menguasai 30 persen dari keseluruhan Suriah,” ujar Mantan Perdana Menteri Suriah Riyad Farid Hijab, dalam pidato umum pertamanya sejak pembelotan pekan lalu, seperti disiarkan sebuah televisi dari Ibu Kota Yordania, Amman, Rabu (15/8/2012).
Untuk itu, Hijab mendesak para pemimpin politik dan militer lainnya untuk bergabung dengan pihak pemberontak. Selain itu, dia juga menyerukan kepada seluruh pihak oposisi di pengasingan untuk bersatu melawan Assad.
"Rezim Assad sedang di ambang kehancuran moral dan finansial, serta dukungan militer yang terbatas," tambah Hijab.
Mantan PM Suriah ini menegaskan, dia tidak mencari posisi politik atau imbalan apapun jika Suriah telah merdeka. "Saya hanya seorang tentara di jalan kebenaran," katanya.
Pernyataan Hijab tersebut bertentangan dengan anggapan pejabat tinggi Suriah pada umumnya. Selama ini, pemberontak yang menyerukan pelengseran Assad selalu dicurigai sebagian pejabat tinggi dan mantan petinggi militer yang masih menjabat saat itu.
Rezim Assad telah memerangi pemberontakan dengan kekuatan militer sejak Maret 2011. Pemerintah Suriah telah menewaskan ribuan korban, baik dari pemberontak, militer, maupun warga sipil.
Kelompok pemberontak melaporkan, setidaknya 60 orang tewas dalam gencatan senjata pada Selasa 14 Agustus kemarin.
()