Indonesia desak OKI akhiri kekerasan Suriah
Selasa, 14 Agustus 2012 - 17:13 WIB
Indonesia desak OKI akhiri kekerasan Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia mendesak Organisasi Kerja sama Islam OKI (Organization of Islamic Cooperation/OIC) bersatu membantu menghentikan aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil Suriah dalam pertemuan tingkat menteri OKI di Jeddah, Arab Saudi.
Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa di tengah pertemuan dengan OKI mengatakan, negara anggota OKI harus bersiap mengirimkan pasukan ke Suriah jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta bantuan.
"OKI harus menyampaikan pesan kepada Dewan Keamanan PBB agar mereka segera mengambil langkah penting yang diperlukan untuk menyelesaikan kekerasan di Suriah, sesuai dengan atrikel 7 piagam PBB," ungkap Marty M Natalegawa seperti diberitakan Xinhua, Selasa (14/8/2012).
Marty menegaskan yang terpenting bagi OKI adalah menghentikan pembunuhan warga sipil Suriah saat ini juga. Saat ini transisi politik bukanlah hal yang mendesak. Tindakan itu dapat dilakukan setelah perdamaian di Suriah tercapai.
Dalam pernyataannya, Marty juga menyampaikan pemerintah Indonesia mendukung OKI menangani isu-isu Muslim Rohingya di Myanmar dan Palestina.
"OKI harus mengambil langkah konkrit dan konstruktif untuk mengatasi berbagai masalah umat Islam," pinta Marty.
Hari ini hingga 15 Agustus besok, sebanyak 56 negara anggota OKI menghadiri KTT OKI yang diselenggarakan di Mekkah, Arab Saudi. KTT OKI kali ini akan membahas tantangan politik dan tututan kepada dunia Islam agar lebih solid dan kohesif.
Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa di tengah pertemuan dengan OKI mengatakan, negara anggota OKI harus bersiap mengirimkan pasukan ke Suriah jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta bantuan.
"OKI harus menyampaikan pesan kepada Dewan Keamanan PBB agar mereka segera mengambil langkah penting yang diperlukan untuk menyelesaikan kekerasan di Suriah, sesuai dengan atrikel 7 piagam PBB," ungkap Marty M Natalegawa seperti diberitakan Xinhua, Selasa (14/8/2012).
Marty menegaskan yang terpenting bagi OKI adalah menghentikan pembunuhan warga sipil Suriah saat ini juga. Saat ini transisi politik bukanlah hal yang mendesak. Tindakan itu dapat dilakukan setelah perdamaian di Suriah tercapai.
Dalam pernyataannya, Marty juga menyampaikan pemerintah Indonesia mendukung OKI menangani isu-isu Muslim Rohingya di Myanmar dan Palestina.
"OKI harus mengambil langkah konkrit dan konstruktif untuk mengatasi berbagai masalah umat Islam," pinta Marty.
Hari ini hingga 15 Agustus besok, sebanyak 56 negara anggota OKI menghadiri KTT OKI yang diselenggarakan di Mekkah, Arab Saudi. KTT OKI kali ini akan membahas tantangan politik dan tututan kepada dunia Islam agar lebih solid dan kohesif.
()